Pimpin Penyerahan Remisi, Bupati Kasmarni: Jadikan Kebebasan Ini Titik Balik Kehidupan!

Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Suasana haru dan bahagia menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis tepat pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Sebanyak 16 warga binaan dipastikan langsung menghirup udara bebas setelah menerima Remisi Umum (RU) II, mengakhiri masa hukuman mereka tepat di hari kemerdekaan.

Secara keseluruhan, ada 970 warga binaan di Lapas Bengkalis yang mendapatkan berkah remisi tahun ini. Penyerahan Surat Keputusan (SK) Remisi dilakukan secara simbolis oleh Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni S.Sos., M.MP., didampingi Wakil Bupati Dr. H. Bagus Santoso dan Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono.

Bupati Kasmarni yang membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI menegaskan, remisi bukanlah sebuah hadiah cuma-cuma atau sekadar pengurangan masa hukuman. Hak ini merupakan bagian dari proses reintegrasi sosial untuk mengembalikan warga binaan ke tengah masyarakat.

“Remisi dan pengurangan masa pidana harus dipandang sebagai proses yang mempercepat kembalinya warga binaan menjadi sumber daya manusia yang produktif, bukan sebagai beban masyarakat,” ujar Kasmarni di hadapan ratusan warga binaan dan tamu undangan.

Kasmarni juga berpesan khusus kepada 16 narapidana yang langsung bebas agar menjadikan momentum ini sebagai titik balik kehidupan. “Tunjukkan kepada keluarga dan masyarakat bahwa saudara mampu berubah menjadi warga negara yang taat hukum, bekerja dengan jujur, dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” tuturnya.

Pemberian remisi kali ini menjadi tantangan tersendiri bagi Lapas Bengkalis. Saat ini, lapas tersebut mengalami kelebihan muatan (overkapasitas) yang cukup signifikan. Lapas Bengkalis tercatat dihuni oleh 1.931 orang, yang terdiri dari 1.210 warga binaan dan 721 tahanan.

Dari total penghuni tersebut, kasus narkotika masih menjadi momok utama. “Perkara narkotika masih mendominasi dengan proporsi sekitar 65 persen. Karena itu, pembinaan berjalan beriringan dengan penguatan keamanan dan ketertiban,” kata Kalapas Bengkalis, Priyo Tri Laksono.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Lapas Bengkalis gencar melakukan pembinaan kemandirian. Warga binaan diajarkan budidaya ikan lele dan patin, hingga sektor pertanian seperti menanam sayuran dan buah-buahan. Hebatnya, sebagian hasil panen ini disalurkan sebagai bantuan sosial bagi masyarakat luar yang membutuhkan.

Kondisi fasilitas lapas juga mendapat perhatian dari sektor swasta. PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ) memberikan dukungan infrastruktur berupa pembangunan tower air dan sumur bor berkapasitas besar untuk memenuhi kebutuhan pelayanan dasar warga binaan. Fasilitas ini mencakup empat tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter dan mesin booster penunjang.

Di sisi lain, Bupati Kasmarni memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran petugas pemasyarakatan agar tidak main-main dengan hukum. Ia meminta marwah institusi dijaga dengan ketat.

“Tidak ada ruang dan tidak ada toleransi bagi keterlibatan petugas dalam peredaran gelap narkotika, penyalahgunaan wewenang, pungutan liar, praktik percaloan, maupun segala bentuk pelanggaran etik,” tegas Bupati wanita pertama di Riau tersebut.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK Kabupaten Bengkalis, serta pimpinan instansi vertikal dan perbankan. Bagi 16 warga binaan yang bebas, HUT RI ke-81 dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” ini menjadi gerbang pembuka untuk menulis lembaran hidup yang baru.(FN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *