Rakyatmerdekanews, Jakarta – New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional dengan penghargaan “Container Terminal Operator of the Year” pada 8 Oktober 2026 lalu. Namun di balik perayaan 10 tahun dan capaian 10 juta TEUs kumulatif sejak tahun 2016, NPCT1 kini menghadapi persimpangan jalan.
Data NPCT1 menunjukkan kapasitas terminal seluas 32 hektar itu sudah hampir penuh. Dari kapasitas maksimal 1,5 juta TEUs per tahun, realisasi pada 2026 NPCT1 mencatat kinerja operasional sebesar 1.243.951,75 TEUs selama periode Januari hingga September, meningkat 8% dibandingkan periode sama pada 2025 sebesar 1.155.159,5 TEUs.
Direktur NPCT1, Abdul Aziz menjelaskan terkait keterbatasan lahan terminal petikemas tersebut saat acara Media Gathering 2026 di Jakarta, bahwa NPCT1 mengantisipasi dengan mengembangkan dan menggunakan Yard Planning Monitoring Dashboard guna memantau utilisasi lapangan (container yard) dan kinerja perencanaan secara berkelanjutan.
Kemudian manajemen NPCT1 juga menerapkan Truck Booking System (TBS), Gate Pass Management, dan Koordinasi Lintas Pemangku Kepentingan
Khusus mengelola kedatangan truk petikemas, NPCT1 menerapkan Truck Booking System (TBS) dan pengelolaan gate pass yang terkendali. Langkah ini membantu menjaga keseimbangan arus kegiatan penerimaan petikemas (receiving) dan pengeluaran petikemas (delivery), memastikan kelancaran operasional di gerbang (gate), serta meminimalkan potensi kepadatan lalu lintas pada periode puncak.
Sedangkan untuk pelayanan kapal, NPCT1 menerapkan aktivitas backload serta pengaturan kegiatan bongkar dan muat secara terukur dalam mengoptimalkan produktivitas kapal. Pendekatan ini membantu menjaga kinerja kapal, mengurangi tekanan terhadap okupansi dermaga, serta memastikan keberlangsungan layanan, khususnya pada periode dengan tingkat permintaan operasional yang tinggi.
“Selama 10 tahun terakhir, NPCT1 terus memperkuat kapabilitas terminal untuk merespons dinamika operasional dan pertumbuhan kebutuhan yang terus berkembang. Kami meningkatkan proses operasional, menghadirkan solusi digital, menambah armada peralatan operasional, serta mempercepat penerapan peralatan dan infrastruktur yang semakin berkelanjutan,”kata Aziz, Selasa (27/10/2026).
(Delly M)






