LGBT dan Peredaran Miras Disorot di Purworejo, Ketua Fraksi PPP Minta Orang Tua Lebih Awasi Pergaulan Anak ‎

Rakyatmerdekanews.co.id, PURWOREJO – Persoalan pergaulan generasi muda menjadi perhatian Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Purworejo, KH Akhmat Tawabi SSos. Ia meminta orang tua, masyarakat, dan pemerintah meningkatkan perhatian terhadap lingkungan pergaulan anak, termasuk menyikapi informasi mengenai aktivitas komunitas LGBT serta peredaran minuman keras (miras).
‎Pesan tersebut disampaikan Akhmat Tawabi saat ditemui pada Jumat (25/9/2026).
‎
‎Menurutnya, perhatian terhadap anak dan generasi muda perlu dilakukan sejak dini melalui komunikasi, pendampingan, serta edukasi yang tepat.
‎”Saya berharap kepada anak cucu kita, kita harus berhati-hati. Selalu saya sampaikan kepada konstituen, jangan sampai saudara kita atau anak-anak kita terjerumus ke arah sana,” kata Akhmat Tawabi.
‎
‎Ia mengaku menerima informasi mengenai dugaan adanya aktivitas komunitas LGBT di sejumlah tempat kos di wilayah Purworejo bagian barat. Namun, Akhmat menegaskan dirinya belum melakukan pengecekan secara langsung terhadap informasi tersebut.
‎”Informasi yang masuk kepada saya memang di kos-kosan. Tapi saya belum pernah mengecek langsung di situ,” ujarnya.
‎
‎Karena itu, ia menilai persoalan tersebut perlu disikapi secara hati-hati dan tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar. Menurutnya, langkah yang perlu diperkuat adalah memberikan pemahaman kepada anak-anak sekaligus meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai lingkungan pergaulan anak.
‎”Orang tua selama ini masih banyak yang kurang paham kalau terkait LGBT. Kalau terkait miras, orang tua sudah lebih memahami,” katanya.
‎
‎Akhmat mengatakan, pengawasan terhadap generasi muda tidak semestinya baru dilakukan ketika persoalan telah muncul di ruang publik. Ia mendorong adanya komunikasi dan kerja sama antara keluarga, masyarakat, serta pemerintah untuk melakukan pencegahan dan memberikan edukasi.
‎”Kalau bisa dari dinas juga ada pembekalan kepada anak-anak muda. Ini perlu dibicarakan dengan baik, bagaimana memberikan pemahaman kepada mereka,” ungkapnya.
‎
‎Ia menyebut perangkat daerah yang memiliki tugas di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dapat dilibatkan dalam upaya tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran dalam memberikan edukasi sekaligus menciptakan lingkungan yang aman bagi anak dan remaja.
‎
‎Selain persoalan tersebut, Akhmat juga menyoroti peredaran minuman keras di Purworejo. Ia meminta upaya pencegahan dan penanganan dilakukan secara menyeluruh agar peredaran miras tidak berdampak terhadap generasi muda.
‎”Kita juga minta kepada APH (Aparat Penegak Hukum, red) untuk menindaklanjuti tentang peredaran miras ini,” tegasnya.
‎
‎Akhmat menambahkan, perhatian terhadap generasi muda bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga. Masyarakat dan pemerintah juga dinilai memiliki peran penting dalam memberikan edukasi, melakukan pencegahan, dan menciptakan lingkungan pergaulan yang aman.
‎
‎Ia mengatakan persoalan LGBT dan peredaran miras tersebut juga telah disampaikannya secara terbuka dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Purworejo saat menyampaikan pandangan umum fraksi terhadap Raperda APBD Kabupaten Purworejo Tahun Anggaran 2027.
‎
‎Dengan demikian, ia berharap persoalan yang berkaitan dengan generasi muda dapat dibahas secara terbuka dan proporsional, dengan mengedepankan edukasi, pendampingan keluarga, serta langkah penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.( Kun)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *