Ketua Tuah Aliansi Anak Melayu Fredi Noza Ucapkan Dirgahayu Ke-81 TNI: Teruslah Jadi Perisai Ibu Pertiwi

Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis Duri – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-81 yang jatuh pada Senin, 5 Oktober 2026, arus dukungan dan apresiasi dari lapisan masyarakat terus mengalir. Di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, yang merupakan salah satu wilayah strategis di beranda depan Nusantara, seruan untuk memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat menggema kuat dari elemen pemuda adat.

Ketua Umum Tuah Aliansi Anak Melayu, Fredi Noza, secara resmi menyampaikan ucapan Dirgahayu kepada korps militer Indonesia yang telah mengabdi sejak 5 Oktober 1945. Dalam momentum bersejarah ini, ia menekankan bahwa keberadaan TNI bukan sekadar benteng pertahanan, melainkan ruh pelindung bagi kedaulatan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan perbatasan.

“Bersama rakyat TNI kuat, bersama Pancasila TNI kokoh. Dirgahayu ke-81 TNI, teruslah menjadi perisai tangguh pelindung Ibu Pertiwi!” ujar Fredi Noza dengan tegas saat memberikan keterangan pers di Duri, Bengkalis, Minggu (4/10/2026).

Fredi Noza menggarisbawahi bahwa tema nasional yang diusung tahun ini, yaitu “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur”, memiliki makna emosional dan strategis yang sangat mendalam bagi masyarakat Kabupaten Bengkalis. Letak geografis Bengkalis yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka menjadikan sinergi antarkomponen bangsa sebagai harga mati demi menangkal berbagai ancaman non-tradisional, seperti penyelundupan, illegal fishing, hingga kejahatan transnasional.

“Perjalanan panjang TNI selama 81 tahun ini adalah bukti nyata bahwa dedikasi keprajuritan tidak pernah luntur. Kekuatan utama TNI tidak hanya bertumpu pada modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi pada kedekatan batin dan kepercayaan yang kuat dari rakyat jelata. Ketika garis pantai kami dijaga oleh prajurit yang tangguh dan didukung oleh masyarakat yang setia, maka Indonesia yang adil dan makmur bukanlah hal yang mustahil,” lanjut Fredi.

Pernyataan dari tokoh pemuda Melayu ini sejalan dengan situasi nasional, di mana perayaan puncak HUT ke-81 TNI tahun 2026 ini diarahkan secara khidmat dan sederhana di Markas Besar TNI Cilangkap. Langkah ini diambil karena korps militer memilih memprioritaskan pengerahan personelnya untuk membantu penanganan kebencanaan dan operasi kemanusiaan di berbagai pelosok daerah.

Menurut Fredi, kebijakan tersebut justru semakin mempertegas jati diri TNI yang sejati. Konsep kesederhanaan upacara membuktikan bahwa nilai pengabdian tertinggi seorang prajurit tidak dinilai dari megahnya seremoni, melainkan dari hadirnya mereka di tengah-tengah kesulitan masyarakat.

Sebagai bentuk penghormatan nyata terhadap hari lahir TNI, Tuah Aliansi Anak Melayu menyatakan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis TNI, khususnya Komando Distrik Militer (Kodim) setempat, dalam menjaga kondusivitas keamanan lingkungan, merawat toleransi, serta mengawal pembangunan kesejahteraan di bumi Lancang Kuning.

“Kami siap berdiri beriringan bersama TNI. Selamat berulang tahun yang ke-81 untuk seluruh prajurit tiga matra, baik yang berjaga di kota besar maupun yang tengah bertaruh nyawa di pulau-pulau terluar Indonesia,” pungkas Fredi Noza. (FN)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *