Rakyatmerdekanews, Tangerang – Jajaran Polsek Kelapa Dua Polres Tangerang Selatan secara serentak melaksanakan kegiatan menjadi Inspektur Upacara di sejumlah sekolah tingkat SMP, SMA dan SMK yang berada di wilayah hukum Polsek Kelapa Dua. (31/08)
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kapolsek, para Kanit serta anggota Bhabinkamtibmas di masing-masing kelurahan dan desa yang terdapat sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memberikan semangat patriotisme dan nasionalisme kepada para pelajar, mengingat masih dalam suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam amanatnya, disampaikan bahwa pemuda merupakan harapan bangsa yang memiliki tanggung jawab untuk mengemban amanah para pendiri bangsa. Kemerdekaan Indonesia tidak diraih dengan mudah, melainkan melalui keringat, tetesan darah bahkan nyawa sebagai taruhannya. Karena itu, generasi penerus bangsa diharapkan memiliki wawasan ke depan, semangat juang yang tinggi serta pemikiran yang serius sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Bangsa Indonesia.
Kapolsek Kelapa Dua AKP Rokhmatulloh, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan upacara juga menjadi sarana penting untuk menyampaikan informasi terkait perkembangan situasi yang terjadi akhir-akhir ini, khususnya yang berhubungan dengan generasi remaja dan para pelajar yang sebentar lagi menginjak kategori dewasa. Menurutnya, masa perubahan dari remaja menuju dewasa sangat rentan disusupi berbagai hal negatif, salah satunya akibat salah pergaulan yang dapat memicu kenakalan remaja, mengonsumsi minuman keras, obat-obatan, tawuran antarpelajar hingga tindak pidana berat seperti narkoba.
“Selain itu, saat ini berkembang berbagai ajakan provokatif melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok, termasuk flyer yang menghasut untuk melakukan aksi maupun memprovokasi. Karena itu, saya mengajak seluruh pelajar untuk bijak dalam bermedia sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks maupun ajakan yang belum diketahui kebenarannya,” ujar AKP Rokhmatulloh.
Melalui pembina upacara, turut disampaikan pesan Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo, S.H., S.I.K., bahwa masa depan Bangsa Indonesia berada di pundak para remaja, pelajar, pemuda dan pemudi. Para pelajar diingatkan agar tidak membiarkan hal-hal negatif yang menjurus pada tindak pidana menjadi benalu, perusak maupun penghalang harapan dan cita-cita mereka.
Selain persoalan ajakan provokatif, para pelajar juga diingatkan mengenai bahaya tawuran yang saat ini sudah mengkhawatirkan dan perlu dihentikan bersama. Perubahan tersebut dapat dimulai dari diri sendiri dengan mengubah perilaku, melakukan hal-hal positif, meninggalkan hal-hal negatif, memperbaiki mindset dan cara bergaul serta membiasakan diri berpikir positif sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang positif dan lebih baik.
“Tawuran itu tidaklah keren. Jika ada yang melakukan tawuran, sejatinya hanya ada dua pilihan, yaitu korban dan pelaku. Korban bisa saja terluka, bahkan yang lebih ekstrem bisa saja out atau yang lebih fatal meninggal dunia. Kita semua pasti tidak ingin terluka atau meninggal dengan sia-sia, karena hidup kita sangatlah berharga,” lanjutnya.
Sementara bagi pelaku, tawuran dapat berujung pada persoalan hukum dan menjadi sesuatu yang sangat memprihatinkan bagi diri sendiri maupun orang tua. Tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya berakhir di jeruji besi. Oleh karena itu, para pelajar diajak untuk menghentikan tawuran dan beralih kepada kegiatan-kegiatan positif agar harapan orang tua serta cita-cita dapat terwujud.
Di akhir amanat, para pelajar diajak untuk berjanji kepada diri sendiri menjadi generasi muda yang anti tawuran dan anti terprovokasi, serta mampu menggunakan media sosial secara bijak. Dengan semangat tersebut, diharapkan para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berprestasi dan mampu membanggakan orang tua serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Bangsa Indonesia. (Rat)






