Rakyatmerdekanews.co.id, Lembah Putih Duri Bengkalis – Jagat raya organisasi non-pemerintah (LSM) dan kelompok para ketua regional di wilayah Duri dan sekitarnya sedang tidak baik-baik saja. Pendekar legendaris dari Makam Kuno, Bibi Lung, secara mengejutkan turun gunung dan mengeluarkan maklumat darurat terkait fenomena mistis bin kocak yang belakangan ini meneror ponsel para pemimpin organisasi.
Berdasarkan laporan tertulis bertinta emas yang diterima redaksi hari ini, Senin (21/9/2026), Bibi Lung berpesan dengan nada bergetar menahan tawa namun tetap tegas:
“Jika ada teman ketua, sesama ketua, yang selama ini hilang bak ditelan bumi, jarang menghubungi, lalu tiba-tiba nge-chat di WhatsApp nanyain kabar dan ngajak ‘bergabung kerja sama’… JANGAN *DIBALAS! ITUSILUMAN!”*
Pakar Spiritualitas Organisasi menyebutkan bahwa siluman jenis ini tidak butuh malam satu suro untuk menampakkan diri. Mereka cukup bermodalkan kuota internet, ketikan manis, dan proposal kosong.
Strategi utamanya sangat rapi. Mereka akan datang membawa bumbu-bumbu janji manis bertuliskan “Aspirasi dan Kepentingan Bersama”. Siluman ini pandai mengumpulkan massa, membawa banyak orang seolah-olah sedang memperjuangkan nasib umat manusia, bumi, dan seisinya.
Namun, setelah diteliti oleh Badan Intelijen Kebatinan, gerakan tersebut hanyalah topeng. Alih-alih memajukan organisasi, misi suci tersembunyi dari kerja sama ini ternyata murni demi *kepentingan kantong pribadi* sang siluman utama.
Hasil investigasi mendalam dari tim Radar Kebatinan mengungkap fakta yang lebih membagongkan. Siluman-siluman bermodus kerja sama ini ternyata memiliki mentalitas yang sangat rapuh.
“Semua orang sebenarnya sudah tahu kartu mereka. Kalau disuruh pergi melobi atau menghadap sendirian, mereka tidak punya nyali alias penakut!” ujar seorang informan yang enggan disebutkan namanya demi keselamatan paket datanya.
Lebih parah lagi, siluman ini disinyalir tidak memiliki kompetensi sama sekali dalam mengurus organisasi. Keahlian utama mereka hanyalah:
* Numpang Nama Besar: Memanfaatkan reputasi ketua lain yang sudah mapan agar terlihat berwibawa.
* Strategi ‘Mau Rame’: Harus membawa rombongan sirkus (banyak orang) saat bergerak, agar terlihat seperti menyuarakan aspirasi bersama, padahal cuma untuk menutupi rasa minder dan ketidakmampuannya sendiri.
Bibi Lung mengingatkan dengan keras agar para ketua tidak mudah baper (bawa perasaan) ketika mendadak dipanggil “Ketua Besar”, “Suhu”, atau “Ndoro” oleh teman lama yang mendadak muncul di kolom chat.
Hingga berita ini diturunkan, Yoko (suami Bibi Lung) dikabarkan sedang sibuk luar biasa membantu menyaring pesan masuk di handphone istrinya menggunakan jurus Tapak Budha. Sementara itu, para ketua di dunia nyata diimbau untuk segera mengaktifkan fitur Archived atau langsung Block jika mendeteksi aura-aura siluman penakut pencari untung tersebut.(FN)






