Rakyatmerdekanews.co.id Purworejo – Festival Layang-Layang Tingkat Nasional 2026 resmi dibuka di Pantai Ketawang, Desa Ketawangrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Sabtu (4/7/2026). Event bergengsi yang berlangsung selama dua hari, hingga Minggu (5/7/2026), itu berhasil menarik ribuan wisatawan dan membuat kawasan Pantai Ketawang dipadati pengunjung.Pembukaan festival dilakukan oleh Wakil Bupati Purworejo, Dion Agassi Setiabudi.
Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi kepada Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Ketawang atas penyelenggaraan festival yang dinilai semakin baik.
Dion menyoroti keberhasilan panitia dalam mengantisipasi kepadatan lalu lintas. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang sempat mengalami kemacetan hingga Jalan Daendels, pelaksanaan festival tahun ini dinilai lebih tertata sehingga arus kendaraan dapat terurai dengan baik.
Menurutnya, penyelenggaraan festival berskala nasional tersebut tidak semata-mata bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi lebih mengedepankan dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
”Perputaran uang yang terjadi di sini saya kira jumlahnya miliaran rupiah. Nilai ini membawa keberkahan yang luar biasa bagi pelaku UMKM, pedagang mikro, serta teman-teman Pokdarwis. Kita ingin perekonomian masyarakat kecil langsung bergerak lewat event berkelanjutan seperti ini,” ujar Dion.
Sementara itu, Kepala Dinporapar Kabupaten Purworejo, Bangun Erlangga Ibrahim, mengatakan jumlah peserta Festival Layang-Layang Tingkat Nasional 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebanyak 31 tim ambil bagian dalam festival tersebut. Rinciannya, 27 tim domestik berasal dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur. Selain itu, terdapat empat tim internasional yang datang dari Malaysia, Singapura, Jepang, dan Prancis.
”Festival ini diikuti oleh 27 tim domestik yang berasal dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur. Selain itu, hadir pula empat tim internasional dari Malaysia, Singapura, Jepang, dan Prancis,” kata Bangun.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta berkompetisi dalam empat kategori. Pada hari pertama diperlombakan kategori Layang-Layang Tradisional yang mengangkat nilai budaya daerah serta Layang-Layang Dua Dimensi yang mengedepankan keindahan visual.
Sementara pada hari kedua digelar perlombaan Layang-Layang Tiga Dimensi yang menguji kreativitas dalam membangun struktur ruang dan aerodinamika, serta kategori Train Naga yang menuntut kekompakan rangkaian layang-layang dan kestabilan saat mengudara.
Selain kompetisi utama, festival juga dimeriahkan dengan atraksi sport kite dan layang-layang kantong yang menghibur ribuan pengunjung di sepanjang Pantai Ketawang.
Rangkaian acara semakin semarak dengan penampilan kolosal tari Cing Poling khas Purworejo yang melibatkan para pelajar, workshop pembuatan layang-layang bagi siswa sekolah dasar, hingga pameran produk organik Kelompok Wanita Tani (KWT) yang berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo.
Festival Layang-Layang Tingkat Nasional 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi wisata dan pelestarian budaya, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan pemberdayaan pelaku usaha lokal. (Kun)
Festival Layang-layang Nasional 2026 di Pantai Ketawang Diserbu Ribuan Wisatawan, Perputaran Uang Diperkirakan Tembus Miliaran Rupiah



