Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis Duri – Bukannya fokus memperbanyak ibadah di usia senja, duo pria paruh baya berinisial Z (57) dan R.E. (57) justru nekat alih profesi menjadi distributor “tepung ajaib” alias sabu. Apes bagi mereka, Polsek Mandau tidak sedang berminat bercanda dengan Program P4GN. Alhasil, bisnis haram dua kakek ini resmi gulung tikar setelah digerebek polisi tepat pada hari Jumat (24/7/2026) sore sekitar pukul 15.30 WIB.
Aksi penggerebekan yang dipimpin Tim Opsnal Polsek Mandau ini terbilang sangat dramatis sekaligus bikin geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, lokasi yang dipilih kedua pelaku untuk bertransaksi adalah Jalan Siak, Gang Kuburan, Kelurahan Simpang Padang, Kecamatan Bathin Solapan.
Sebuah pemilihan lokasi yang sangat filosofis, mungkin maksudnya agar dekat dengan “gerbang masa depan” jika mereka nekat melawan petugas.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si., mengungkapkan bahwa rahasia bisnis duo lansia ini terbongkar berkat laporan masyarakat yang curiga melihat aktivitas mencurigakan di area pemakaman tersebut. Bukannya melihat peziarah yang khusyuk berdoa, warga justru sering melihat orang bolak-balik seperti sedang mencari takjil.
Begitu menerima laporan, Tim Opsnal Polsek Mandau langsung meluncur ke lokasi dan melakukan penangkapan tanpa perlawanan berarti. Saat digeledah, polisi menemukan sebuah dompet cokelat yang isinya bukan kartu pensiunan, melainkan “menu lengkap” narkoba. Total ada 30 paket sabu siap edar dengan rincian: 28 paket kecil untuk kantong pelajar (atau sesama lansia), 1 paket sedang, dan 1 paket besar.
Tak hanya itu, polisi juga menyita dua unit HP jadul (yang kemungkinan besar isinya penuh dengan chat COD), uang tunai Rp700.000 hasil “keringat dingin” jualan sabu, dan satu sendok takar legendaris yang dimodifikasi dari sedotan plastik (pipet).
Saat ini, Z dan R.E. terpaksa menikmati masa tua mereka di hotel prodeo Polsek Mandau untuk proses penyidikan lebih lanjut. Sementara itu, bos besar pemasok barang berinisial M.B. kini resmi menyandang gelar DPO (Daftar Pencarian Orang) dan sedang diburu polisi sampai ke lubang semut.
Polres Bengkalis mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Jika melihat ada kakek-kakek nongkrong di kuburan sambil bawa sedotan, segera hubungi Call Center Polri 110 sebelum mereka sempat “terbang” ke langit ketujuh. Mari bersama wujudkan Bengkalis bersih narkoba!(FN)






