Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Slogan pelayanan prima yang sering didengungkan Pemerintah Kabupaten Bengkalis kini hancur lebur. Fakta memuakkan terungkap setelah Polres Bengkalis melakukan sidak urine mendadak dalam sepekan terakhir. Hasilnya? Kantor Camat dan Kantor Desa yang seharusnya menjadi tempat suci pelayanan masyarakat, justru kedapatan dihuni oleh oknum-oknum “otak kotor” bermental narkoba.
Terbongkarnya 5 oknum aparat di dua kecamatan Bantan dan Bengkalis, hanyalah puncak gunung es dari busuknya pengawasan internal di tingkat bawah.
Publik bertanya-tanya: Bagaimana mungkin seorang petugas Satpol PP (M.Z dan R) yang seharusnya menegakkan Perda, dan seorang Security (A) di Kantor Camat Bantan bisa bekerja dalam pengaruh Methamphetamine (sabu)? Lebih gila lagi, “virus” ini menjalar hingga ke tingkat desa, menjerat anggota Linmas (A.S) di Desa Sungai Alam dan Staf Desa (A.N) di Kuala Alam.
Ini bukan sekadar “kecolongan”, ini adalah bukti nyata adanya pembiaran dan kelalaian kronis dari para pimpinan wilayah. Camat dan Kepala Desa dianggap menutup mata hingga instansi yang mereka pimpin disusupi oleh pemadat yang membahayakan keselamatan publik.
“Jangan biarkan masyarakat dilayani oleh orang-orang yang kesadarannya hilang karena narkoba! Rakyat bayar pajak bukan untuk menggaji pemadat yang otaknya sudah rusak,” teriak massa yang mulai mendesak langkah radikal dari Pemerintah Kabupaten.
Masyarakat menuntut agar Bupati Bengkalis segera melakukan “Operasi Sapu Bersih” agar Bupati Bengkalis dan seluruh Camat tidak diam di tempat. Dengan total 11 kecamatan, 19 kelurahan, dan 136 desa, temuan di Kecamatan Bantan dan Bengkalis dianggap hanyalah fenomena “gunung es”.
Warga mendorong agar 9 kecamatan lainnya, Bandar Laksamana, Bathin Solapan, Bukit Batu, Mandau, Pinggir, Rupat, Rupat Utara, Siak Kecil, dan Talang Muandau, segera menyusul untuk dilakukan tes urine massal tanpa terkecuali. Jika tidak ada tes urine massal dalam waktu dekat, maka patut dicurigai ada ketakutan dari para pejabat bahwa borok yang lebih besar akan terbongkar.
Selain lingkungan kantor, sorotan tajam mengarah ke Dinas Perhubungan. Publik mendesak Dishub segera menyeret seluruh supir angkot, bus, hingga driver operasional untuk tes urine. Jangan tunggu ada nyawa melayang di jalan raya akibat supir yang mabuk narkoba baru sibuk berbenah.
Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, telah menabuh genderang perang. Dengan tertangkapnya para oknum ini, kepolisian kini memburu pemasok yang berani menyuplai barang haram ke lingkaran pemerintahan.
Kini masyarakat menunggu: Apakah para Camat dan Kades punya nyali untuk membersihkan instansinya, atau mereka akan terus memelihara “benalu” narkoba di dalam kantornya masing-masing? Rakyat Bengkalis tidak butuh aparatur berotak busuk, rakyat butuh pelayanan yang bersih dan sadar!.(FN)






