Rakyatmerdekanews, PURWOREJO – Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha pariwisata, komunitas, dan masyarakat untuk mengoptimalkan pengembangan Borobudur Highland. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik pariwisata Kabupaten Purworejo sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama BPOB, Yusuf Hartanto, saat menjadi salah satu narasumber dalam forum Critical Voice Point atau Forum Komunikasi Dengar Aspirasi Publik bertema “Peningkatan Pariwisata di Kabupaten Purworejo”, Senin (12/10), di Pendopo Agung Kabupaten Purworejo.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kabupaten Purworejo.
Dalam forum tersebut, Yusuf menjelaskan bahwa pengembangan Borobudur Highland diharapkan dapat memperkuat daya tarik wisata Purworejo dan wilayah sekitarnya. Pengembangan kawasan ini juga diarahkan untuk membangun keterhubungan antardestinasi sehingga potensi wisata di kawasan tersebut dapat berkembang sebagai satu ekosistem pariwisata yang saling mendukung.
Menurutnya, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mewujudkan pengembangan pariwisata yang terpadu dan berkelanjutan.
“Dukungan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Purworejo sangat diperlukan dalam pengembangan Borobudur Highland. Sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, pengelola destinasi, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci agar potensi pariwisata daerah dapat dikembangkan secara terpadu dan berkelanjutan,” ujar Yusuf.
Salah satu fasilitas wisata yang telah hadir di kawasan Borobudur Highland adalah De’Loano Glamping. Destinasi ini menawarkan pengalaman menginap di tengah suasana alam Perbukitan Menoreh dan menjadi bagian dari pengembangan wisata berbasis alam.
Keberadaan De’Loano Glamping juga berpotensi memperkuat daya tarik kawasan melalui pengembangan produk wisata yang terintegrasi dengan potensi lokal. Dengan pengelolaan dan promosi yang tepat, potensi tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan aktivitas pariwisata sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat di sekitarnya.
Selain pengembangan destinasi, strategi promosi juga menjadi perhatian dalam meningkatkan daya saing pariwisata Purworejo. Pemanfaatan media digital dinilai penting untuk memperluas jangkauan informasi, memperkuat identitas destinasi, serta menarik minat wisatawan di tengah persaingan antardaerah.
Upaya tersebut perlu didukung dengan pemberdayaan masyarakat, pengembangan desa wisata, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan produk ekonomi kreatif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Dengan demikian, pertumbuhan pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga pada pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Forum Critical Voice Point menjadi ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menyerap aspirasi serta membahas peluang dan tantangan pengembangan pariwisata Kabupaten Purworejo. Melalui forum ini, berbagai pihak diharapkan dapat membangun kesamaan pandangan dan merumuskan langkah kolaboratif untuk mengoptimalkan potensi wisata daerah.
BPOB berharap sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat agar pengembangan Borobudur Highland berjalan selaras dengan pertumbuhan destinasi wisata di sekitarnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem pariwisata yang lebih terhubung, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Purworejo.
(KUN)






