Rakyatmerdekanews.co.id, Bogor – Anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan, H. Slamet Mulyadi, SH, menggelar reses Masa Sidang III di Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan yang berlangsung pada hari ini, dari pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, menjadi momentum untuk menyerap langsung aspirasi warga.
Dalam kesempatan tersebut, H. Slamet Mulyadi juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada pengurus ranting dari beberapa desa.
H. Slamet mengatakan, berbagai permasalahan disampaikan warga selama kegiatan reses berlangsung. Namun, isu air bersih menjadi keluhan yang paling dominan.
”Kebetulan di reses ini warga lebih banyak mempermasalahkan ingin dibantu air bersih, pipanisasi dan sumur bor. Juga ada tadi usulan masalah jembatan,” ujar H. Slamet.
Terkait usulan pembangunan jembatan, politisi PDI Perjuangan ini mengaku masih perlu kajian lebih lanjut. Menurutnya, jembatan yang diusulkan ukurannya terlalu pendek dan kecil sehingga kemungkinan masih menjadi tanggung jawab desa.
”Kalau jembatannya agak panjang mungkin bisa kami bantu. Masalahnya tanahnya juga, yang sebelah sini sudah dibebaskan tapi sebelah sananya belum dibebaskan. Jadi sepertinya agak sulit masalah jembatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, H. Slamet menyoroti persoalan air bersih yang kini menjadi masalah umum di Kabupaten Bogor, khususnya saat musim kemarau.
”Di kita ini sekarang, umumnya di Kabupaten Bogor air itu jadi satu permasalahan. Ketika kemarau hanya baru dua bulan saja air sudah sulit di warga itu, baik di daerah Bogor Selatan, Bogor Timur maupun di Bogor Barat,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, H. Slamet meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bogor untuk turun langsung membantu masyarakat dalam mengatasi krisis air bersih.
“Saya meminta bantuan dari Dinas PU ini untuk yang bagian air itu harus turun ke bawah untuk bisa membantu masyarakat,” tutupnya. (Eddy)
Air Bersih Jadi Prioritas Aspirasi Warga Saat Reses H. Slamet Mulyadi di Desa Cinagara Caringin






