Rakyatmerdekanews.co.id, Tangsel — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah kembali digencarkan di Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Bank Sampah Inhutani yang berada di RT 07/RW 01, Kelurahan Cipayung, kembali diaktifkan setelah sempat vakum selama pandemi Covid-19.
Pengaktifan kembali Bank Sampah Inhutani digelar pada Kamis (24/9/2026) dan dihadiri jajaran Pemerintah Kecamatan Ciputat dan Kelurahan Cipayung, organisasi kemasyarakatan, komunitas peduli lingkungan, serta masyarakat setempat.
Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut hadir, di antaranya Camat Ciputat Erwin Gemala Putra, Sekretaris Kecamatan Ciputat Cecep Iswandi, Lurah Cipayung Dini Nurlianti, Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tangerang Selatan Fitri Hamzah Bani, jajaran Karang Taruna, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Tim Peduli Sungai Ciputat, para ketua RT/RW, serta warga.
Sekretaris Kecamatan Ciputat Cecep Iswandi mengapresiasi langkah warga RT 07/RW 01 yang kembali menghidupkan Bank Sampah Inhutani.
Menurutnya, keberadaan bank sampah dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mengurangi volume sampah yang masih menjadi salah satu persoalan dalam pengelolaan lingkungan di Kota Tangerang Selatan.
“Atas nama Kecamatan Ciputat, kami menyampaikan apresiasi kepada lingkungan RT 07/RW 01 yang hari ini kembali mengaktifkan bank sampah. Dengan adanya bank sampah, diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang sampai saat ini masih menjadi kendala Pemerintah Kota Tangerang Selatan,” ujar Cecep.
Ia berharap Bank Sampah Inhutani dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.
DWP Dorong Perubahan Perilaku Masyarakat
Sementara itu, Wakil Ketua DWP Kota Tangerang Selatan Fitri Hamzah Bani menilai pengaktifan kembali Bank Sampah Inhutani bukan sekadar peresmian fasilitas pengelolaan sampah.
Menurutnya, bank sampah dapat menjadi sarana untuk membangun kepedulian, kesadaran, serta budaya masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Salah satu langkah penting, kata dia, adalah membiasakan masyarakat memilah sampah sejak dari rumah.
“Bank sampah hadir sebagai salah satu solusi untuk mendorong perubahan perilaku tersebut. Dalam hal ini, Dharma Wanita Persatuan Kota Tangerang Selatan memiliki peran yang sangat strategis sebagai organisasi yang dekat dengan keluarga dan masyarakat,” katanya.
Ia berharap keberadaan Bank Sampah Inhutani dapat mendorong semakin banyak keluarga untuk mulai memilah sampah dan mengelolanya secara lebih bertanggung jawab.
Berdiri Sejak 2015, Sempat Vakum Akibat Pandemi
Ketua Bank Sampah Inhutani, Ardian Wisnu, menjelaskan bahwa bank sampah tersebut telah berdiri sejak 2015. Namun, aktivitas pengelolaan sampah sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.
“Bank Sampah Inhutani ini sebenarnya sudah ada sejak 2015, namun sempat vakum akibat Covid-19. Akhirnya kami menghentikan sementara kegiatan,” jelas Ardian.
Kini, aktivitas bank sampah kembali dijalankan dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Kelurahan Cipayung.
Menurut Ardian, dukungan Lurah Cipayung Dini Nurlianti menjadi salah satu faktor yang mendorong warga untuk kembali mengaktifkan Bank Sampah Inhutani.
“Berkat dukungan Ibu Dini selaku Lurah Cipayung, sekarang kami kembali membuka dan mengaktifkan bank sampah ini,” katanya.
Butuh Kendaraan Pengangkut Sampah
Meski kembali beroperasi, Bank Sampah Inhutani masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya sarana pengangkutan sampah dari rumah warga menuju lokasi bank sampah.
Ardian berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan dapat membantu menyediakan kendaraan roda tiga untuk mendukung operasional pengangkutan sampah.
“Adapun kendala kami saat ini adalah kendaraan untuk mengangkut sampah dari warga. Mudah-mudahan pemerintah bisa membantu memberikan kendaraan roda tiga agar pengangkutan sampah dari warga dapat lebih mudah,” ungkapnya.
Pengaktifan kembali Bank Sampah Inhutani diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat.
Warga diharapkan mulai memilah sampah dari rumah, memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi, serta mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan.
Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, komunitas lingkungan, dan organisasi kemasyarakatan juga dinilai penting agar pengelolaan sampah di Cipayung dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dengan kembali aktifnya Bank Sampah Inhutani, gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kelurahan Cipayung diharapkan semakin kuat dan turut mendukung upaya menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan di Kota Tangerang Selatan. (Ratna)




