Bandar Narkoba Sedunia Menangis Sambil Kayang! Polres Bengkalis Lenyapkan Sabu dan Ekstasi Rp80 Miliar

Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis — Sebuah rencana pesta pora berskala internasional yang berpotensi merusak tatanan kewarasan publik resmi digagalkan total. Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis baru saja menggelar hajatan “pemusnahan massal” terhadap barang bukti narkotika kelas kakap senilai kurang lebih Rp80 miliar pada Rabu, 9 September 2026.

Acara yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si., ini sukses membuat para bandar narkoba menangis tersedu-sedu di pojokan sel, sementara 279.893 jiwa warga terselamatkan dari nasib menjadi zombi dadakan.

Dalam konferensi pers yang super transparan ini, polisi memamerkan gunungan barang haram yang gagal edar. Total barang bukti yang dimusnahkan tidak main-main jumlahnya, bisa bikin geleng-geleng kepala tujuh keliling: 30.635,81 gram sabu (berat yang cukup untuk membuat satu kabupaten begadang berjamaah), 122.459 butir pil ekstasi, serta 384 pcs etomidate. Semua barang ini merupakan hasil kerja keras Satresnarkoba Polres Bengkalis dan Polsek Bantan yang berhasil mengendus jaringan internasional yang mencoba peruntungan nasib di wilayah Bengkalis.

Alih-alih menjadi cuan haram sebesar Rp80 miliar bagi para pengedar, barang-barang tersebut justru berakhir tragis di alat pemusnahan. Jika dikonversikan ke barang bermanfaat, uang Rp80 miliar tersebut sebenarnya bisa digunakan untuk membeli beratus-ratus ribu porsi bakso beserta gerobaknya. Namun, alih-alih kenyang, barang haram ini untungnya berhasil dicegat sebelum meracuni otak generasi muda.

Pemusnahan ini dilakukan secara sah dan berkekuatan hukum, memastikan bahwa serbuk putih dan pil warna-warni tersebut tidak akan “salah jalan” atau mendadak hidup lagi di tengah masyarakat.

Saking besarnya skala kasus ini, acara pemusnahan pun mendadak mirip reuni akbar lintas instansi. Barisan kursi tamu VIP dipenuhi oleh berbagai unsur Forkopimda yang kompak hadir untuk menyaksikan “kematian” barang haram tersebut.

Terlihat hadir perwakilan Dandim 0303/Bengkalis (Kasdim), perwakilan Kejaksaan Negeri (Kasi Penuntutan Pidum), perwakilan Pengadilan Negeri, Kepala Bea Cukai Bengkalis, Staf Ahli Bupati Bengkalis Johansyah, hingga perwakilan DPRD Kabupaten Bengkalis H. Zamzami.

Tidak ketinggalan rombongan dari Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Satpol PP, Kesbangpol, TNI AL, Tim Labfor Polda Riau, BNNK Dumai, organisasi kepemudaan, para Pejabat Utama Polres, hingga penasihat hukum tersangka yang hanya bisa pasrah melihat barang bukti kliennya lenyap jadi abu.

Dalam orasi ketegasannya, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak memberikan ruang bagi para bandar untuk “buka cabang” atau sekadar numpang lewat di Bengkalis. Wilayah Bengkalis yang sering diincar sebagai jalur tikus internasional kini dipagari ketat oleh aparat yang siap bertindak tanpa kompromi.

Kapolres juga menitipkan pesan kocak tapi serius kepada seluruh warga: jika melihat tetangga atau ada aktivitas mencurigakan, seperti mendadak kaya tanpa kerja atau tetangga yang mendadak hobi bisik-bisik di kegelapan malam, jangan ragu untuk melapor. Masyarakat diminta tidak perlu takut, karena yang harusnya takut adalah mereka yang hobi jualan barang terlarang tersebut.

Dengan hancurnya puluhan kilogram sabu dan ratusan ribu pil setan ini, Polres Bengkalis membuktikan bahwa masa depan generasi muda jauh lebih berharga daripada ilusi surga sesaat yang ditawarkan narkoba. Mata rantai peredaran resmi putus, dan Kabupaten Bengkalis kini selangkah lebih dekat menjadi wilayah yang aman, sehat, serta bersih dari drama narkoba.(FN)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *