
RMNews, JAKARTA — Motor listrik sering dianggap sebagai kendaraan yang lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi langsung dari knalpot.
Tapi kalau dilihat dari seluruh rantai produksinya, persoalannya ternyata lebih kompleks.
Di balik baterai kendaraan listrik terdapat proses penambangan bahan baku, penggunaan energi dalam produksi, sumber listrik yang digunakan untuk mengisi daya, hingga tantangan pengelolaan baterai ketika masa pakainya berakhir.
Motor bensin tentu juga menghasilkan emisi dan polusi. Namun pertanyaannya, apakah dampak lingkungan kendaraan listrik benar-benar berkurang, atau sebagian dampaknya hanya berpindah dari jalan raya ke tambang, pabrik, pembangkit listrik, dan pengolahan limbah?
Kalau ingin disebut sebagai solusi transportasi hijau, tentu bukan hanya emisi saat kendaraan digunakan yang perlu diperhitungkan, tetapi seluruh siklus hidupnya.
Masyarakat menilai hal ini bisa menimbulkan dua kemungkinan, yakni motor listrik benar-benar lebih ramah lingkungan, atau hanya memindahkan masalah ke tempat lain. (Red)




