Tutorial Masuk Penjara Bareng Teman: Pakai Brankas Dompet Pink Hingga Botol Ngejreng, 10 Menit Langsung Kompak Diciduk!

Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis Duri – Simpang Puncak, Desa Boncah Mahang, kecamatan bathin solapan mendadak jadi panggung “panen raya” bagi Tim Opsnal Polsek Mandau. Dalam waktu hampir bersamaan pada Kamis (3/9/2026), polisi berhasil membongkar jaringan bisnis haram berkedok “Multi-Level Marketing” (MLM) kearifan lokal yang digawangi oleh seorang pria berinisial W (31).

Bukan cuma karena barang buktinya yang berceceran, tapi pilihan wadah kosmetik dan aksesoris para pengedar ini sukses bikin geleng-geleng kepala petugas.

Petualangan sore itu dimulai saat polisi mengendus aroma mencurigakan di Simpang Puncak berdasarkan laporan warga. Target utama mereka adalah W. Saat digerebek, pria 31 tahun ini tak berkutik.

Namun, yang membuat petugas menaikkan alis adalah tempat penyimpanan barang haram tersebut. Alih-alih menggunakan wadah sangar, W justru menyimpan 18 paket sabu siap edar di dalam sebuah dompet kecil berwarna pink imut. Kontras dengan bisnis kelamnya, dompet pink ini juga bersanding manis dengan satu unit timbangan digital dan sejumlah uang tunai. W mengaku, modal dagangannya ini didapat dari bos besar berinisial Z yang kini auto-dicari polisi.

Hanya berselang beberapa menit setelah W diringkus, sekitar pukul 16.40 WIB, polisi menciduk “downline” atau pelanggan setia W berinisial M (33).

M tampaknya mengusung konsep minimalis. Saat digeledah, polisi menemukan 2 paket sabu yang diselipkan dengan sangat estetik di bagian belakang casing handphone miliknya. Ketika diinterogasi dari mana asal barang tersebut, dengan polosnya M bernyanyi bahwa sabu itu baru saja ia beli dari W, pria pemilik dompet pink yang saat itu mungkin masih duduk lemas di mobil polisi.

Gencarnya jaring laba-laba bisnis W ternyata tidak berhenti di M saja. Tepat sepuluh menit kemudian, pukul 16.50 WIB, polisi kembali mengamankan dua pemuda berinisial A (26) dan RW (20) yang masih berkeliaran di area yang sama.

Jika W punya dompet pink, maka duet maut A dan RW memilih botol kecil berwarna hitam-kuning sebagai brankas rahasia mereka. Di dalam botol ngejreng tersebut, polisi menemukan 16 paket sabu. Tebak dari siapa mereka mendapatkannya? Ya, betul. Lagi-lagi nama W kembali disebut sebagai sang penyuplai utama. W sukses membangun jaringan distribusi kilat di Simpang Puncak sebelum akhirnya semua gulung tikar bersamaan.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si., membenarkan “Pesta Pengungkapan” berantai ini. Beliau menegaskan bahwa Polres Bengkalis tidak akan memberi ruang bagi para pelaku P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika), terlepas dari apa pun warna dompet atau wadah yang mereka gunakan untuk bersembunyi.

Kini, W bersama para “downline”-nya (M, A, dan RW) beserta koleksi dompet pink, casing HP, dan botol hitam-kuningnya telah resmi diangkut ke Mapolsek Mandau untuk penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga mengimbau warga yang melihat gerak-gerik mencurigakan, atau mungkin pria-pria kekar membawa dompet pink dengan gelisah, untuk segera melapor ke Call Center 110.(FN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *