‎”Tok, Syah!” Efisiensi dan Integritas: Fondasi Mutlak Tata Kelola Modern di Era Pengawasan Publik Menurut FORSIMEMA-RI

Rakyatmerdekanews.co.id, Jakarta
‎Di tengah dinamika birokrasi dan kebijakan publik yang bergerak cepat saat ini, isu Efisiensi dan Integritas kembali menduduki panggung utama perbincangan nasional.

Ketua Umum FORSIMEMA-RI, Syamsul Bahri, menegaskan bahwa kedua elemen ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan yang “Tok, Syah” atau sah dan mutlak untuk diterapkan secara beriringan dalam setiap lini tata kelola institusi di Indonesia.

‎Pernyataan tersebut disampaikan FORSIMEMA-RI sebagai bentuk sikap organisasi terhadap arah kebijakan tata kelola pemerintahan dan peradilan yang menuntut akuntabilitas tinggi dari publik.

Efisiensi Harus Selaras dengan Integritas dan Transparansi

Dalam pandangannya, FORSIMEMA-RI menyoroti bahwa efisiensi anggaran dan operasional tidak boleh menjadi alasan untuk mengorbankan transparansi serta kualitas komunikasi publik.

‎Sebaliknya, efisiensi yang tepat sasaran harus berjalan selaras dengan penguatan integritas internal lembaga.

‎_”Integritas tanpa dikawal oleh transparansi dan publikasi media yang objektif akan kehilangan esensinya. Begitu pula sebaliknya, efisiensi anggaran harus bermuara pada penguatan pengawasan serta peningkatan kualitas pelayanan publik, bukan sebaliknya,”_ ujar Ketum FORSIMEMA-RI.

3 Poin Utama Sikap FORSIMEMA-RI
‎FORSIMEMA-RI merumuskan 3 poin utama sebagai sikap dan rekomendasi kebijakan:

1. Penyelarasan Kebijakan yang Progresif  
‎Mendukung penuh setiap langkah strategis lembaga negara—termasuk Mahkamah Agung—dalam menerbitkan regulasi atau kebijakan seperti SEMA dan instrumen hukum lainnya yang berorientasi pada efisiensi tata kelola tanpa meninggalkan prinsip integritas.

‎2. Skala Prioritas Anggaran  
‎Mendorong agar alokasi anggaran publik difokuskan secara ketat pada sektor-sektor krusial, terutama penguatan integritas, pencegahan penyimpangan, serta optimalisasi pelayanan masyarakat.

‎3. Peran Strategis Media
‎Mengingatkan bahwa pers memiliki fungsi kontrol sosial yang vital. Pengawalan media terhadap transparansi lembaga negara adalah kunci utama agar komitmen integritas tetap terjaga di mata publik.

Harapan Mewujudkan Tata Kelola yang Bersih dan Akuntabel

FORSIMEMA-RI berharap gelombang kesadaran tentang pentingnya efisiensi yang berintegritas ini dapat diadopsi secara luas oleh seluruh pemangku kepentingan, baik di eksekutif, legislatif, yudikatif, maupun masyarakat sipil.

‎Tujuannya satu: mewujudkan tata kelola pemerintahan dan peradilan yang bersih, modern, akuntabel, serta makin dipercaya oleh masyarakat luas.

‎Menurut FORSIMEMA-RI, di era pengawasan publik yang semakin terbuka saat ini, hanya lembaga yang mampu menyeimbangkan efisiensi dengan integritas yang akan bertahan dan mendapat legitimasi dari rakyat. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *