RMnews, BENGKALIS – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis mengambil langkah progresif untuk memperkuat internal organisasi. Bukan sekadar seremonial, Lapas Bengkalis memilih membakar semangat patriotisme dan meruntuhkan sekat antarbidang melalui Turnamen Badminton Ganda Campuran Antarpegawai yang resmi bergulir pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Suasana di lapangan badminton Lapas Kelas IIA Bengkalis mendadak riuh. Ratusan pegawai dari berbagai lini—mulai dari jajaran struktural, staf administrasi, hingga personel regu pengamanan yang biasanya berjaga ketat, melebur menjadi satu dalam tensi kompetisi yang sehat. Turnamen ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian perayaan kemerdekaan yang dirancang khusus untuk memupuk kebersamaan, meningkatkan kekompakan, serta mempererat hubungan kekeluargaan di antara seluruh jajaran pegawai.
Acara bergengsi internal ini dibuka secara resmi oleh Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono. Dalam pidato pembukaannya yang membakar semangat, Priyo menegaskan bahwa esensi peringatan Hari Kemerdekaan di era modern tidak boleh mandek pada momentum mengenang jasa pahlawan saja. Lebih dari itu, ini adalah momentum krusial untuk mengonstruksi ulang semangat persatuan, disiplin, dan kolaborasi nyata dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
“Olahraga adalah instrumen diplomasi internal yang paling efektif. Melalui turnamen ini, kita tidak hanya sedang mengejar kesehatan jasmani atau mencari pemenang, melainkan sedang membangun komunikasi yang harmonis tanpa sekat birokrasi. Jiwa sportivitas dan kerja sama yang lahir di lapangan ini adalah modal fundamental yang harus kita bawa dalam mendukung tugas berat pemasyarakatan sehari-hari,” ujar Priyo Tri Laksono dengan tegas.
Pemilihan sistem ganda campuran menjadi daya tarik utama sekaligus tantangan terbesar dalam turnamen ini. Format ini memaksa terjadinya kolaborasi lintas sektor yang dinamis, mempertemukan pasangan pegawai dari divisi yang berbeda untuk saling melengkapi taktik di lapangan.
Setiap laga berjalan sengit dan diwarnai aksi saling kejar poin yang menegangkan. Kendati persaingan di atas lapangan berlangsung panas dengan jual-beli smash tajam, seluruh peserta tetap memegang teguh nilai luhur sportivitas dan fair play.
Gemuruh sorak-sorai dari para pendukung dan rekan kerja yang memadati area tribun kian membakar atmosfer pertandingan. Dukungan masif ini menciptakan riak energi positif, memperlihatkan betapa solidnya hubungan kekeluargaan di bawah atap Lapas Kelas IIA Bengkalis. Kompetisi ini sukses merefleksikan bahwa di bawah bendera merah putih, seluruh elemen Lapas Bengkalis siap bergerak satu komando demi kemajuan institusi. L(FN)




