Rakyatmerdekanews.co.id, PURWOREJO – Musyawarah Anggota Pewarta Kabupaten Purworejo digelar dengan suasana berbeda dari biasanya. Jika rapat organisasi umumnya berlangsung di tengah suasana panas dan gerah, kali ini para jurnalis melaksanakan agenda tiga tahunan tersebut di tengah sejuknya kawasan hutan pinus Borobudur Highland.
Musyawarah yang berlangsung pada Jumat (18/9/2026) itu digelar di De’Loano Glamping, kawasan wisata yang berada di Perbukitan Menoreh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Selain membahas agenda internal organisasi, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi pariwisata yang dikelola Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) atau BOB kepada para peserta.
Ketua Panitia Musyawarah Anggota Pewarta, Eko Sutopo, mengatakan kegiatan tersebut memiliki arti penting bagi keberlangsungan organisasi. Dalam musyawarah itu terdapat dua agenda utama, yakni penyampaian laporan pertanggungjawaban dan pemilihan ketua.
”Berbeda dengan tahun sebelumnya, biasanya kita melaksanakan musyawarah dengan suasana yang cukup panas dan gerah. Namun, malam ini kita melaksanakan musyawarah Pewarta dengan suasana yang sangat dingin karena dilaksanakan di De’Loano Glamping,” ujar Sutopo.
Ia menyampaikan apresiasi kepada BOB dan Pemerintah Kabupaten Purworejo yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
”Alhamdulillah, kami bisa melaksanakan musyawarah di sini dengan fasilitas luar biasa. Sejak tiba sore tadi hingga malam ini, fasilitas yang kami terima sangat lengkap. Kami sampaikan terima kasih kepada BOB dan juga Pemerintah Kabupaten Purworejo,” katanya.
Ketua Pewarta Purworejo, Daniel Raja Here, mengatakan sebagai wadah profesi yang menaungi para jurnalis, Pewarta memiliki tanggung jawab moral untuk menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas, transparansi, dan profesionalisme.
Menurutnya, musyawarah anggota menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi sekaligus penyegaran organisasi, termasuk membahas keberlanjutan program kerja.
”Kami sangat berterima kasih karena Pewarta bisa melaksanakan kegiatan di De’Loano Glamping. Bantuan ini luar biasa. BOB menjadi sponsor utama kegiatan ini,” ujar Daniel.
Ia menambahkan, sejak berdiri, Pewarta berupaya membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk BOB. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus berlanjut, terutama dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata di wilayah Perbukitan Menoreh.
Daniel menilai keberadaan destinasi wisata seperti De’Loano Glamping memiliki potensi untuk semakin dikenal masyarakat luas. Karena itu, kegiatan organisasi juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan destinasi wisata yang dikelola BOB.
Sementara itu, Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, saat membuka kegiatan tersebut meminta sinergi antara Pewarta dan Pemerintah Kabupaten Purworejo terus terjalin.
Menurut Dion, hubungan antara pemerintah daerah dan media dapat mendukung penyampaian informasi mengenai pembangunan kepada masyarakat.
”Jadi sinergi kita bukan untuk membatasi kritik, karena menyampaikan informasi itu tugas media. Media sebagai kanal informasi yang kita harapkan bisa menyampaikan informasi yang berimbang,” kata Dion.
Dion juga menyoroti perkembangan media sosial yang semakin pesat. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi media untuk menghasilkan informasi yang lebih kreatif sekaligus tetap mengedepankan validitas.
”Media harus bisa memberi informasi yang lebih valid sehingga bisa menjawab kebutuhan informasi publik,” ujarnya.
Musyawarah Anggota Pewarta Kabupaten Purworejo tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah kepengurusan ke depan. Di sisi lain, pelaksanaan kegiatan di De’Loano Glamping juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata Borobudur Highland di kawasan Perbukitan Menoreh. (Kun)
Suasana Dingin, Bahas Masa Depan Organisasi: Pewarta Purworejo Gelar Musyawarah di De’Loano Glamping






