Usai Kunjungi Sejumlah Makam Ulama Besar di Uzbekistan, KH. Marsudi Syuhud Terobsesi Ingin Dirikan Museum

Rakyatmerdekanews.co.id, Jakarta — Dalam upaya menambah perkembangan keilmuan agar tidak fiktif dan validitasnya riil, KH Marsudi Syuhud, Wakil ketua umum (waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang sekaligus pengasuh Ekonomi Darul Uchwah sengaja datang mengunjungi tempat bersejarah maupun makam para ulama besar di Uzbekistan.

Menurut Kiai Marsudi Uzbekistan merupakan pusat peradaban Islam yang kaya akan warisan sejarah, menjadikannya destinasi utama untuk wisata religi. Negara ini menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi banyak ulama besar dan ilmuwan dunia yang ajarannya masih menjadi rujukan umat Islam hingga saat ini.

Dalam sambutannya  pada acara Majlis Zikir dan Ta’lim, untuk menyalakan POWER of Connectivity di Kedoya Duri Raya, Masjid Aluchwah 2 No 24, Kedoya Selatan Kebon Jeruk Jakarta Barat, Sabtu, (4/05), Kiai Marsudi menyebutkan beberapa makam ulama besar yang paling terkenal di Uzbekistan, yakni antara lain makam Imam Bukhari. Makam ini terletak di wilayah Samarkand, ini adalah salah satu situs ziarah terbesar di Asia Tengah. Beliau adalah perawi hadis yang menyusun kitab Shahih Bukhari, kitab hadis paling sahih menurut umat Islam.
Makam Imam Bukhari di Uzbekistan. (Foto istimewa)
Kompleks megah ini lanjutnya dilengkapi dengan museum dan pusat studi hadis. Makam Imam At-Tirmidzi terletak di daerah Surkhandarya, beliau adalah ulama ahli hadis besar lainnya yang mengumpulkan kitab Sunan At-Tirmidzi. Makam Bahauddin Naqsyabandi terletak di Bukhara, beliau adalah pendiri Tarekat Naqsyabandiyah yang sangat berpengaruh. Kompleks ini menjadi pusat spiritual penting yang diziarahi ribuan orang.Makam Abu Mansur Al-Maturidi.yang berlokasi di Samarkand, beliau adalah teolog besar Islam pendiri aliran akidah Maturidiyyah yang banyak dianut oleh umat Islam mazhab Hanafi.
Melihat kondisi ini secara langsung dan sebagai rujukan dalam menambah perkembangan keilmuan agar tidak fiktif dan validitasnya riil, KH. Marsudi terobsesi ingin membangun sebuah museum.
“Do’akan saya berencana ingin membangun sebuah meseum sendiri, “ucap Marsudi.
Sebagai bentuk kehormatan usai lawatan ke negara Asia tengah tersebut, Marsudi dapat oleh-oleh spesial melalui kerjasama bisnis dengan Uzbekistan.
Dalam kesempatan itu Kiai Marsudi menunjuk Suryansyah salah satu Ketua Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren) untuk segera merampungkan bentuk kerjasama dengan Uzbekistan. Suryansyah aktif dalam jajaran kepengurusan dan sering mewakili organisasi dalam berbagai kegiatan strategis nasional, seperti agenda audiensi dan Rakernas dan lain sebagainya. (Bam/Tien)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *