Warga Palendeng Terbantu, Pemdes Sindangwangi Salurkan Bantuan Pangan Untuk 536 KPM

Rakyatmerdekanews.co.id, Lebak –hari kamis tgl 04/06/2026 Pemerintah Desa Sindangwangi, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Banten, menyalurkan bantuan pangan kepada 536 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Selasa (26/5/2026).

Bantuan tersebut merupakan alokasi periode Februari-Maret 2026 yang menyasar warga penerima manfaat yang telah terdata dalam program bantuan pemerintah.

Pemerintah desa melibatkan perangkat desa dan para ketua RT dalam proses distribusi. Langkah ini bertujuan mempercepat penyaluran sekaligus memastikan bantuan sampai kepada warga yang berhak menerima.

Selain itu, pemerintah desa juga menyesuaikan mekanisme distribusi dengan kondisi geografis wilayah. Karena itu, warga yang tinggal jauh dari kantor desa tetap dapat menerima bantuan dengan lebih mudah.

Pemdes Sindangwangi Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Pemerintah Desa Sindangwangi menempatkan ketepatan sasaran sebagai prioritas utama dalam penyaluran bantuan pangan. Untuk itu, pemerintah desa terus berkoordinasi dengan para ketua RT di setiap wilayah.

Kepala Desa Sindangwangi, Aup Ma’ruf, mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu kebutuhan pokok masyarakat sekaligus mengurangi beban ekonomi keluarga penerima manfaat.

“Alhamdulillah, Pemerintah Desa Sindangwangi telah menyalurkan bantuan beras periode Februari–Maret kepada 536 KPM.

Kami berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari serta meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat,” ujar Aup Ma’ruf.

Menurutnya, kerja sama antara pemerintah desa dan ketua RT menjadi faktor penting dalam kelancaran distribusi bantuan.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan para RT agar penyaluran bantuan dapat berjalan efektif dan memudahkan masyarakat penerima manfaat, terutama warga yang berada di wilayah yang aksesnya cukup jauh menuju kantor desa,” tambahnya.

Melalui koordinasi tersebut, pemerintah desa mampu menjangkau seluruh wilayah penerima manfaat, termasuk kampung-kampung yang memiliki akses cukup jauh dari pusat pemerintahan desa.

Distribusi Bantuan Menjangkau Kampung Palendeng

Salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian khusus dalam penyaluran bantuan adalah Kampung Palendeng. Kampung tersebut berada cukup jauh dari kantor desa sehingga warga harus mengeluarkan biaya transportasi jika mengambil bantuan secara langsung.

Karena kondisi tersebut, pemerintah desa menyalurkan bantuan melalui ketua RT setempat. Cara ini memudahkan warga sekaligus mengurangi beban biaya perjalanan.

Masyarakat pun menyambut kebijakan tersebut dengan positif. Mereka menilai mekanisme distribusi melalui RT lebih efektif dan lebih dekat dengan kebutuhan warga di lapangan.

Salah seorang KPM asal Kampung Palendeng, Agus, mengaku bantuan yang diterimanya sangat membantu kebutuhan keluarganya.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan beras ini. Khusus untuk warga Kampung Palendeng, bantuan dibagikan melalui RT karena jarak ke kantor desa cukup jauh.

Kalau harus mengambil sendiri ke kantor desa, ongkos pulang-pergi bisa mencapai sekitar Rp50 ribu. Dengan dibagikan melalui RT, masyarakat sangat terbantu dan tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi yang cukup besar,” kata Agus.

Selain menerima beras, warga juga memperoleh bantuan minyak goreng yang dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

“Alhamdulillah, untuk bantuan kali ini kami menerima beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng sebanyak 4 liter. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan keluarga kami sehari-hari. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah menyalurkan bantuan tersebut,” ujar Agus.

Semangat Kebersamaan Warga Tetap Terjaga

Di balik penyaluran bantuan tersebut, masyarakat Kampung Palendeng juga menunjukkan semangat gotong royong yang masih kuat. Sebagian penerima manfaat secara sukarela berbagi dengan warga yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan.

Menurut Agus, kebiasaan saling membantu masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Karena itu, bantuan yang diterima tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.

“Di kampung kami, ada juga masyarakat yang tidak masuk sebagai penerima bantuan. Karena itu, sebagian KPM dengan sukarela menyisihkan atau membagikan sebagian bantuan yang diterimanya kepada warga yang tidak mendapatkan bantuan. Tujuannya agar mereka juga bisa merasakan manfaat dan kebersamaan di lingkungan kami tetap terjaga,” katanya.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa nilai kebersamaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat pedesaan.

Warga Sukarela Bantu Biaya Operasional Pengangkutan

Agus juga menjelaskan bahwa masyarakat Kampung Palendeng memahami kondisi medan dan jarak tempuh yang harus dilalui untuk mengangkut bantuan dari kantor desa.

Karena itu, warga secara sukarela memberikan uang pengganti bensin kepada RT yang membantu mengambil dan mengantarkan bantuan ke kampung mereka.

“Kalau di kampung kami, tidak ada persoalan terkait ongkos pengangkutan beras. Justru masyarakat secara sukarela memberikan uang pengganti bensin kepada RT yang membantu mengambil dan mengantarkan beras dari kantor desa ke Kampung Palendeng.

Itu bentuk kebersamaan dan kesepakatan warga, karena kami juga memahami jarak tempuhnya cukup jauh. Jadi masyarakat merasa terbantu dan tidak keberatan memberikan uang pengganti bensin secara sukarela,” ungkap Agus.

Menurut warga, langkah tersebut justru lebih ringan dibandingkan harus datang sendiri ke kantor desa dengan biaya transportasi yang lebih besar.

Dukungan Ketahanan Pangan Masyarakat

Penyaluran bantuan pangan kepada 536 KPM menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat. Selain itu, program tersebut juga membantu keluarga penerima manfaat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Di sisi lain, kolaborasi antara pemerintah desa, RT, dan masyarakat menunjukkan bahwa program bantuan dapat berjalan lebih efektif ketika seluruh pihak bekerja bersama.

Karena itu, Pemerintah Desa Sindangwangi berharap bantuan pangan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain membantu kebutuhan sehari-hari,g program tersebut juga memperkuat solidaritas sosial yang selama ini tumbuh di tengah warga Desa Sindangwangi,”pungkasnya

(Jasman/Aang)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *