Rakyatmerdekanews.co.id, Jakarta – Bergerak cepat dan lakukan secara nyata, wilayah Kelurahan Kedoya Utara melakukan sosialisasi pilah sampah dari sumber sebagai bentuk dukungan terhadap jaga kebersihan dan Jaga Jakarta. Sesuai dengan Instruksi Gubernur (Ingub) yang mengatur tentang pengolahan sampah di Jakarta adalah Ingub Nomor 5 Tahun 2026 mengenai Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
Aturan ini mewajibkan warga untuk memilah sampah dari rumah dan mengharuskan setiap RW memiliki Bank Sampah, terpantau dilapangan perihal Ingub itu. Kelurahan Kedoya Utara sudah melakukan sosialisasi terhadap para pengurus RT, RW dan warganya.
Lurah Kedoya Utara Febri Ariansyah mengatakan,” beberape pekan yang lalu, pihaknya sudah melakukan sosialisasi pilah sampah sesuai dengan arahan pimpinan dan sesuai adanya intruksi Gubernur, bahwasanya nanti per 1 Agustus 2026 tempat pembuangan sampah Bantar gebang tidak menerima sampah organik yang hanya menerima sampah yang residu.
Terkait hal tersebut, Kelurahan Kedoya Utara bergerak cepat langsung mengumpulkan seluruh jajaran para pengurus RW dan RT yang terdiri dari 11 Ketua RW dan 136 ketua RT, Kader Jumantik, Dawis dan PKK untuk memberikan sosialisasi pilah sampah dari sumber, supaya nanti bisa menghimbau kepada warga kalau memang warga sekarang ini diwajibkan pilah sampah dari sumber., Senin (18/05/2026).
Pilah sampah dari sumber itu, nanti setiap warga masyarakat di rumah-rumahnya wajib memilah sampah., sampah organik dan anorganik lalu sampah yang residu.
nanti petugas-petugas itu hanya mengambil sampah yang tidak bisa didaur ulang, sedangkan sampah-sampah yang organik dan anorganik itu dikelola di rumah masing-masing,” ungkapnya.

“Untuk wilayah Kedoya Utara sendiri sudah melakukan pilah sampah dari sumber contohnya ada dilingkungan RW 01, RW 04 dan RW 08, lalu pada prinsipnya warga khususnya dan ketua RW beserta Ketua RT itu setujuh, karena memang mau tidak mau ini sudah diwajibkan mengurangi sampah dari sumber,” jelas Febri.
Pilah sampah dari sumber ini nanti yang masyarakat pisahkan adalah sampah-sampah yang kayak semacam botol, plastik itu mereka bisa pisahin.,
Lalu hasil dari sampah anorganik itu bisa dijual ke bank sampah. harapannya circular ekonominya bisa berjalan dan menjadikan sampah itu sebagai sahabat juga bermanfaat buat masyarakat,” kata Lurah Kedoya Utara.
Masih kata Febri, kalau dari sampah yang organiknya dijadikan pupuk komposter.
Setelah selesai dilakukan sosiolisasi di kantor Kelurahan, dirinya pastikan akan terjun sosialisasi pilah sampah dari sumber kelingkungan masyarakat bersama jajarannya. karena kami sangat support kepada pengurus wilayah RW-RW, nanti kita membuat komitmen bersama. Bahwasanya masyarakat Kelurahan Kedoya Utara siap mendukung program pemerintah terkait pilah sampah dari sumber,” paparnya.
Harapan kita sebagai pemerintah, supaya terciptanya kesadaran masyarakat terkait pilah sampah, bahwasanya sekarang memang kita harus ada kesadaran dari masyarakat juga kalau memang masalah sampai ini kita sedang menghadapi persoalan sampah. Jadi dengan adanya program pemerintah pilah sampah dari sumber minimal mengurangi beban TPS bantar gebang,” tandas Febri Ariansyah Lurah Kedoya Utara.
(Efendizes).






