Pimpin Aksi di Lapangan, Ka KPLP Bengkalis Diasta Krismayandi Tegaskan Perang Terhadap Ponsel Ilegal: Zero HP Harga Mati!

Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis mengambil langkah tegas dalam menjaga integritas institusi. Menindaklanjuti instruksi langsung dari Kepala Lapas (Kalapas) Bengkalis, Priyo Tri Laksono, seluruh jajaran struktural dikerahkan untuk memastikan pembersihan total alat komunikasi ilegal atau “Zero HP” di lingkungan hunian, Rabu (29/04).

Langkah cepat diambil oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP), Diasta Krismayandi. Tanpa menunda waktu, ia mengumpulkan warga binaan di lapangan serbaguna untuk memberikan pengarahan mendalam terkait penegakan disiplin dan aturan keamanan.

Dalam aksi lapangan ini, Ka. KPLP didampingi oleh jajaran pejabat teras, di antaranya Kasubag TU Joko Dwi Mulyono, Kasibinadik Boy Fernandes, dan Kasubsi Portatib Wiwin Suryana, serta diperkuat oleh jajaran staf keamanan.

Di hadapan warga binaan, Diasta Krismayandi menekankan bahwa kepatuhan terhadap tata tertib adalah harga mati. Ia menggarisbawahi bahwa pemahaman mengenai hak dan kewajiban sangat penting untuk menciptakan suasana Lapas yang kondusif sekaligus humanis.

“Kami tegaskan, penggunaan handphone secara ilegal dan segala bentuk pelanggaran lainnya adalah tindakan yang tidak akan ditoleransi. Hal ini merugikan kalian sendiri dan mengganggu stabilitas keamanan yang sedang kita bangun,” ujar Diasta dengan nada tegas.

Selain masalah keamanan, Diasta juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari disiplin harian. Ia berharap masa pidana menjadi momentum perubahan perilaku bagi para warga binaan.

Sejalan dengan hal tersebut, Kasi Binadik Boy Fernandes mengingatkan bahwa kelakuan baik bukan sekadar formalitas, melainkan syarat mutlak agar proses integrasi sosial berjalan lancar.

“Kami ingin kalian pulang ke masyarakat sebagai individu yang baru dan bermanfaat. Jangan biarkan hambatan disiplin menghalangi hak-hak kalian untuk kembali ke keluarga tepat waktu,” pesan Boy Fernandes menutup pengarahan.

Aksi tegas ini menjadi sinyal kuat bagi seluruh elemen di Lapas Kelas IIA Bengkalis bahwa pihak pimpinan tidak main-main dalam memberantas pelanggaran prosedur demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan berintegritas.(FN)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *