Duet Maut Desa Sungai & Kuala Alam: Siang Jadi Aparat, Malam Jadi Astronot ‘Kristal Putih’!

Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Apa jadinya kalau garda terdepan keamanan desa dan tulang punggung administrasi malah asyik “terbang” di luar angkasa? Bukan lagi menangkap maling atau mengurus surat pengantar nikah, dua oknum perangkat desa di Bengkalis ini malah kompak “mengabdi” pada zat terlarang dalam Operasi Antik LK 2026.

Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Bengkalis sukses menggelar drama penangkapan di dua lokasi berbeda pada Selasa pagi (21/4/2026), yang bikin warga Desa Sungai Alam dan Kuala Alam terheran-heran.

Tersangka pertama, A.S (34), yang merupakan anggota Linmas. Bukannya sibuk patroli keliling kampung bawa pentungan, A.S justru harus berhadapan dengan petugas karena diduga lebih sering “patroli” di dunia halusinasi. Sementara itu, rekannya sesama pejuang “Kristal Putih”, A.N (28), yang merupakan Staf Kantor Desa, ikut diciduk saat jam dinas masih hangat-hangatnya.

Drama mencapai puncaknya saat ritual “setor urin” dilakukan. Bak lampu neon yang baru diganti, hasil tes urin keduanya menyala terang menunjukkan positif Methamphetamine dan Amphetamine.

“Ternyata rahasia di balik semangat kerja (atau mungkin rasa malas) mereka selama ini adalah sabu,” bisik seorang warga yang melihat penangkapan tersebut secara diam-diam.

Saat diinterogasi, kedua tersangka yang mendadak jujur ini mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari pria misterius berinisial F. Sayangnya, saat polisi menggerebek kediaman F, si “bandar” sudah lebih dulu menghilang, mungkin dia punya indra keenam atau memang sudah latihan lari maraton sebelum polisi datang.

Kini, alih-alih duduk manis di kantor desa atau jaga ronda, A.S dan A.N harus puas mendekam di “hotel prodeo” Mapolres Bengkalis. Mereka dijerat Pasal 127 UU Narkotika, yang ancamannya cukup lama untuk membuat mereka merenung apakah rasa sabu itu sepadan dengan seragam yang mereka khianati.

Polres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar,S.I.K.,M.Si, dengan tegas menyatakan tidak ada ampun bagi aparat atau staf yang mencoba main-main dengan narkoba. “Kami tidak kasih ruang! Kalau mau tinggi, ya naik gunung, jangan pakai sabu,” tegasnya (dalam versi lebih santai).

Pesan moral hari ini: Jangan tanya apa yang desa berikan padamu, tapi tanyalah urinmu, apakah dia bening atau malah mengandung zat pembuat gila?(FN)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *