Foto: Hilman Suryawijaya SE.,MM..CEO PT. PancuraCahaya Wahyu.
Rakyatmerdekanews.co.id, Jakarta — Praktisi Maritim Indonesia (Pramarin) getol mensosialisasikan pentingnya mengutamakan komponen dalam negeri. Hal ini tentunya sejalan dengan apa yang telah ditekankan oleh Pemerintahan Prabowo Subianto yang berkomitmen mendukung pembangunan negeri dengan mengutamakan produk dalam negeri.
Presiden Prabowo Subianto takankan aturan TKDN tidak boleh dipaksakan hingga membuat industri dalam negeri kalah kompetitif. Kebijakan dibuat lebih fleksibel agar sesuai dengan kemampuan industri dalam negeri saat ini. Foto: Istimewa.
Sebagai bentuk keseriusannya dalam upaya mendukung program ini, Pramarin berkolaborasi dengan sejumlah elemen masyarakat termasuk Komando Resimen Mahasiswa Indonesia (Komenwa Indonesia), Paguyuban Usaha Kecil Menengah Indonesia (PUKMI) serta insan media. Mereka akan menggelar acara buka bersama pada Kamis, 12 Maret 2026 di hotel Horison Mangga Dua, Jakarta Pusat.
Dengan mengusung tema, “Bersama Membangun Negeri Dengan Mengutamakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Ketua Panitia,
Hilman Suryawijaya SE.,MM..yang sekaligus CEO PT. PancuraCahaya Wahyu, mengatakan, bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, bulan yang mengajarkan kita tentang kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian. Di tengah kesibukan pekerjaan dan berbagai target yang harus kita capai, momen buka bersama seperti ini menjadi sangat berharga karena memberi ruang bagi kita untuk saling mengenal lebih dekat, mempererat hubungan, dan membangun kebersamaan di luar rutinitas formal kantor, ucapnya.
Semoga kebersamaan kita hari ini tidak hanya berhenti di meja makan, tetapi juga membawa semangat positif dalam kerja sama dan komunikasi kita sehari-hari. Semoga Ramadhan ini membawa keberkahan bagi kita semua, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas dan saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama.
Foto: Istimewa
Masih kata Hilman, pada acara sore hari ini mengusung tema: “Bersama Membangun Negeri Dengan Mengutamakan Tingkat Komponen Dalam Negri (TKDN). Tema ini tentunya selaras dengan apa yang telah ditekankan oleh Pemerintahan Bapak Prabowo Subianto yang berkomitmen mendukung pembangunan negeri dengan mengutamakan produk dalam negeri, namun dengan pendekatan yang lebih realistis, fleksibel, dan kompetitif melalui penyesuaian aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Hal senada juga diungkapkan Dr. Capt. Datep Purwa Saputra, S. Sos, MM, MBA, Ketua Umum Pramarin, bahwa sesuai arahan Presiden aturan TKDN tidak boleh dipaksakan hingga membuat industri dalam negeri kalah kompetitif. Kebijakan dibuat lebih fleksibel agar sesuai dengan kemampuan industri dalam negeri saat ini.
Fokus pada Insentif: Daripada hanya mengandalkan regulasi ketat, pemerintah mempertimbangkan mengganti atau melengkapi persyaratan TKDN dengan insentif bagi industri yang menggunakan komponen lokal.
Industrialisasi Mandiri: Langkah ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian industri nasional sejalan dengan visi Asta Cita, di mana penggunaan produk dalam negeri diharapkan dapat menciptakan efek berganda (multiplier effect) ekonomi yang signifikan.
Pertimbangan Daya Saing: Kebijakan ini diambil untuk menjaga keseimbangan antara nasionalisme ekonomi dan daya saing industri dalam negeri agar tidak melemah dan tetap menarik investasi. (***)