Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Hal ini dibuktikan dengan kesuksesan panen raya siklus kedua komoditas ikan patin sebanyak 180 Kilogram (kg) di area kolam asimilasi, Sabtu (28/02/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut dipimpin langsung oleh jajaran pejabat struktural dan melibatkan staf operasional serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Suasana gotong-royong tampak kental saat petugas dan warga binaan bersama-sama menjaring ikan dari kolam budidaya yang telah dikelola secara intensif selama beberapa bulan terakhir.
Ikan patin yang dihasilkan pada panen kali ini tercatat memiliki kualitas premium dengan bobot rata-rata yang seragam. Keberhasilan ini tidak lepas dari manajemen budidaya yang profesional, mulai dari pengaturan pola pemberian pakan hingga pengawasan kualitas air yang dilakukan secara ketat oleh tim Seksi Kegiatan Kerja.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menyatakan bahwa capaian ini merupakan bentuk implementasi konkret dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia mengenai kedaulatan pangan.
“Panen 180 Kg ini adalah bukti konsistensi kami dalam menjalankan program pembinaan kemandirian.
Fokus kami bukan hanya pada hasil panen secara fisik, melainkan pada transformasi WBP agar memiliki keahlian konkret di bidang perikanan yang bisa menjadi modal mereka saat kembali ke masyarakat nanti,” tegas Priyo.
Hasil panen yang melimpah ini direncanakan akan didistribusikan melalui beberapa kanal. Prioritas utama adalah pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi warga binaan melalui dapur Lapas.
Selain itu, sebagian hasil panen akan disalurkan melalui vendor Bahan Makanan (Bama) dan sebagian lagi dipasarkan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kontribusi Lapas terhadap ketersediaan pangan di daerah.
Ke depan, Lapas Kelas IIA Bengkalis berkomitmen untuk terus mengoptimalisasi lahan produktif di area asimilasi. Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan internal, tetapi juga menjadi model percontohan bagi program pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan.(FN)






