Rakyatmerdekanews.co.id, Purworejo – Sebanyak sekitar 400 guru jenjang PAUD, TK, dan SD se-Kecamatan Banyuurip mengikuti Seminar Pendidikan dalam rangka Hari Belajar Guru Korwilcambidik Kecamatan Banyuurip. Kegiatan yang mengusung tema “Ekosistem Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan” tersebut berlangsung di Aula SMPN 33 Purworejo, Kamis (20/8/2026).
Seminar tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Yudhie Agung Prihatno, Ketua PGRI Kabupaten Purworejo Irianto Gunawan, Kepala Korwilcambidik Banyuurip Ika Mery Widharningsih, narasumber Ahmad Ali Sadikin, serta ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Banyuurip.
Kepala Korwilcambidik Banyuurip Ika Mery Widharningsih mengatakan, seminar tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Menurutnya, tugas guru tidak sebatas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menciptakan suasana pembelajaran yang membuat anak merasa aman dan nyaman secara fisik maupun psikis.
“Kami semua tahu bahwa mengajar tidak hanya memberikan materi mata pelajaran. Rasa aman, nyaman, dan menyenangkan perlu kita ciptakan agar suasana pembelajaran menjadi harmonis. Dengan begitu, mereka akan merasa betah saat belajar di sekolah,” kata Ika.
Ia menegaskan, guru dituntut mampu menciptakan lingkungan pembelajaran tanpa tekanan sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara kondusif.
“Jika di lingkungan sekolah tercipta situasi yang diharapkan, sistem belajar mengajar di sekolah akan menjadi kondusif. Anak-anak dapat belajar dengan aman, nyaman, dan menyenangkan, baik dari segi psikis maupun lingkungan sekolah,” ujarnya.
Ika juga menyoroti karakteristik anak usia PAUD, TK, dan SD yang masih berada pada tahap perkembangan dan membutuhkan pendampingan intensif. Karena itu, guru perlu memberikan ruang belajar yang nyaman sekaligus memastikan anak mendapatkan pengawasan yang baik, termasuk saat menggunakan perangkat telepon seluler.
“Anak-anak PAUD, TK, dan SD kalau bermain masih semaunya sendiri. Oleh karena itu, guru harus mampu memberikan kenyamanan bagi mereka tanpa ada tekanan. Yang terpenting, anak-anak juga harus selalu dalam pengawasan saat menggunakan HP,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Yudhie Agung Prihatno mengapresiasi terselenggaranya seminar tersebut.
Menurutnya, kegiatan itu menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran bersama di kalangan guru mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
“Kolaborasi antara K3 Perigi dan Korwilcambidik Banyuurip ini sebagai pemicu awal kepada para guru untuk menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan di lingkungan sekolah,” katanya.
Yudhie menambahkan, kegiatan pengembangan kompetensi guru tersebut akan dilanjutkan secara rutin setiap Sabtu. K3 Perigi bersama Korwilcambidik Banyuurip akan menggelar kegiatan dengan bidang kompetensi yang berbeda-beda.
Ia berharap kegiatan serupa dapat menginspirasi Korwilcambidik di wilayah lain di Kabupaten Purworejo untuk turut menyelenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi guru.
“Diharapkan dengan terselenggaranya seminar di Korwilcambidik Kecamatan Banyuurip nantinya dapat diikuti oleh Korwilcambidik yang lain,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua PGRI Kabupaten Purworejo Irianto Gunawan. Ia menilai Korwilcambidik Banyuurip selama ini aktif menggelar berbagai kegiatan seminar dan pengembangan kompetensi yang bertujuan mendukung peningkatan mutu pendidikan.
“Saya tahu bahwa Korwilcambidik Banyuurip tidak hanya kali ini saja, tetapi sudah sering kali menyelenggarakan seminar yang tujuannya mendukung guru-guru untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Purworejo, khususnya Kecamatan Banyuurip,” ujar Irianto.
Menurutnya, tema ekosistem sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini,” pungkasnya.(Kun)
Ratusan Guru Banyuurip Didorong Ciptakan Sekolah Aman, Nyaman, dan Menyenangkan





