Klungkung-RMNews: Suasana persembahyangan di Pura Segara Dalem Ped, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, mendadak berubah menjadi kepanikan, Kamis (6/11) sekitar pukul 10.30 Wita. Sebuah pohon gepah berukuran besar tiba-tiba tumbang dan menimpa rombongan pemedek (umat.red) yang tengah melintas di area pura.
Insiden tragis ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan lima lainnya luka-luka. Korban meninggal dunia diketahui bernama Ni Ketut Suarti (64), warga Dusun Swelagiri, Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan. Korban mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju RS Gema Santi Nusa Penida akibat luka berat di bagian kaki.
Sementara lima pemedek lainnya yang mengalami luka-luka adalah I Wayan Lilar (65), Ni Kadek Rumiani (36), Sunarmi Liaturrofiah (20), I Wayan Sudiasa (40), dan Ni Luh Dewiantari (22). Mereka seluruhnya telah dievakuasi ke RS Gema Santi untuk mendapat perawatan intensif, dan kondisi kelima korban kini dilaporkan stabil.

Menurut keterangan salah satu pemangku pura, rombongan berjumlah 12 orang asal Desa Aan datang untuk melaksanakan persembahyangan di Pura Segara Dalem Ped. Saat melintas di depan pura, pohon tua tersebut tiba-tiba tumbang tanpa disertai hujan atau angin kencang. Dugaan sementara, batang pohon telah rapuh akibat usia tua.
Mengetahui kejadian tersebut, Bupati Klungkung I Made Satria langsung turun ke lokasi dan menginstruksikan BPBD Klungkung untuk melakukan pembersihan serta penebangan terhadap pohon-pohon yang berpotensi membahayakan di sekitar area pura.
“Saya sangat prihatin atas kejadian ini. Saya sudah tugaskan BPBD untuk segera melakukan pemotongan pohon dan ranting-ranting yang membahayakan. Langkah ini agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” ujar Bupati Satria di lokasi.

Petugas BPBD Klungkung bersama aparat kepolisian, TNI, dan warga setempat segera melakukan evakuasi korban dan membersihkan reruntuhan pohon yang menutup sebagian area pura. Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah lanjutan berupa pemetaan pohon berisiko tumbang di kawasan padat aktivitas keagamaan.
Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat dan pengelola pura agar lebih memperhatikan kondisi pohon-pohon tua di area tempat suci, terutama menjelang puncak hari-hari besar keagamaan ketika jumlah pemedek meningkat. (skr/can)






