Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis kembali menegaskan komitmennya dalam melakukan pembinaan holistik bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Tidak sekadar memberikan pembinaan fisik dan keterampilan, Lapas Bengkalis secara konsisten menyentuh aspek spiritual terdalam para warga binaan demi membangun manusia baru yang siap kembali ke masyarakat.
Hal ini tecermin kuat dalam agenda pengajian rutin yang digelar pada Jumat (9/10/2026) di Masjid Al-Ihsan Lapas Bengkalis. Dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, suasana agung dan penuh kekhusyukan menyelimuti seisi masjid saat puluhan santri Lapas dan warga binaan bersimpuh bersama, meresapi setiap bait pesan ilahi.
Sebanyak 65 orang warga binaan hadir dan mengikuti jalannya pengajian dengan penuh khidmat. Kegiatan yang sarat nilai spiritual ini berjalan dengan pengawasan melekat dari Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), didampingi staf Bimkemaswat serta petugas jaga. Kehadiran para petugas memastikan seluruh rangkaian acara tidak hanya berjalan aman dan tertib, namun juga memancarkan kehangatan emosional antara petugas dan warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, memberikan apresiasi tinggi dan menyambut baik konsistensi pelaksanaan kegiatan keagamaan ini. Menurutnya, pemasyarakatan yang berhasil adalah pemasyarakatan yang mampu menyentuh hati dan jiwa manusia di dalamnya.
“Pembinaan tidak hanya soal fisik dan keterampilan, tetapi juga menyentuh hati dan jiwa. Melalui kegiatan keagamaan, kami berharap warga binaan semakin dekat dengan Tuhan, memiliki ketenangan hati, dan membangun tekad baru untuk memperbaiki diri,” tegas Priyo Tri Laksono.
Untuk memastikan program krusial ini berjalan tanpa hambatan, Kalapas juga telah menginstruksikan seluruh jajaran strategis—khususnya Kasi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik serta petugas Bimkemaswat—untuk senantiasa menjalankan tugas secara profesional sesuai prosedur tetap (protap) dan penuh tanggung jawab.
Suasana pengajian mendadak berubah menjadi penuh haru ketika penceramah, Eldy, yang juga merupakan pegawai Lapas Bengkalis, mulai naik ke mimbar. Ia membawa sebuah tema bimbingan yang sangat menyentuh nadi kehidupan para warga binaan, yakni kupasan mendalam seputar Surat Az-Zumar ayat 53.
“Allah SWT berfirman: ‘Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang,'” tutur Eldy menggetarkan keheningan masjid.
Lewat penyampaian yang persuasif dan menyentuh, Eldy menjelaskan bahwa ayat tersebut merupakan maklumat kasih sayang langsung dari Allah SWT kepada seluruh hamba-Nya. Penegasan ini menjadi pengingat berharga bagi siapa saja agar tidak pernah menyerah kalah pada keadaan, sekelam apa pun rekam jejak masa lalu yang pernah diperbuat.
“Tidak ada dosa yang lebih besar dari luasnya rahmat Allah. Tidak ada masa lalu yang terlalu kelam bagi cahaya ampunan-Nya. Ayat ini dikirimkan Allah hari ini khusus untuk hati yang mungkin merasa berat, yang mungkin merasa tak berharga, yang mungkin berpikir tidak ada jalan kembali. Inilah janji Allah yang paling indah: Dia mengampuni semuanya, asalkan kita kembali kepada-Nya,” lanjut Eldy di hadapan para jamaah yang tampak meresapi kata demi kata dengan mata berkaca-kaca.
Pesan spiritual yang kuat tersebut sukses menciptakan atmosfer refleksi diri yang mendalam di kalangan warga binaan. Hingga akhir acara, kegiatan pengajian ini berlangsung dengan sangat lancar, aman, dan damai. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa di balik jeruji besi Lapas Kelas IIA Bengkalis, secercah harapan dan peluang untuk menjadi manusia yang lebih baik tidak akan pernah padam selama manusia mau mengetuk pintu taubat dan kembali ke jalan Allah SWT.(FN)






