Kyai Marsudi Syuhud Tekankan Pentingnya Kuasai Pikiran Orang Lain Demi Kesuksesan Organisasi

Foto: Istimewa

Rakyatmerdekanews.co.id, Depok — Konsep Master Mind Alians dinilai menjadi kunci penting dalam membangun kesuksesan individu maupun organisasi di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikan KH. Marsudi Syuhud dalam sebuah forum kajian di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Selasa (20/12).

Dalam pemaparannya, KH Marsudi menyinggung pemikiran Napoleon Hill, seorang peneliti kesuksesan dunia, yang menyimpulkan bahwa keberhasilan besar tidak lahir dari kerja individu semata, melainkan dari kemampuan mengoordinasikan pikiran dan perasaan banyak orang dalam satu tujuan bersama.

“Master Mind Aliansi adalah kemampuan menyatukan pikiran dan perasaan dalam semangat harmoni. Tanpa itu, organisasi sebesar apa pun akan mudah rapuh,” ujar KH Marsudi di hadapan peserta.

Ia menegaskan, kehidupan manusia tidak pernah lepas dari relasi, mulai dari hubungan personal, kelompok, hingga organisasi besar. Karena itu, memahami pikiran dan perasaan orang lain menjadi syarat mutlak untuk mencapai tujuan bersama.

KH Marsudi juga mengingatkan bahwa kegagalan memahami perbedaan sudut pandang sering kali menjadi sumber konflik internal dalam organisasi. Ia menekankan pentingnya kepatuhan pada aturan, nilai, dan prinsip bersama sebagai fondasi koordinasi pikiran dan sikap.

“Ketika ego lebih dikedepankan daripada prinsip bersama, maka perpecahan akan sulit dihindari,” katanya.

Pernyataan tersebut dinilai sebagai refleksi atas realitas organisasi kemasyarakatan saat ini, termasuk dinamika yang terjadi di tubuh Nahdlatul Ulama (NU). Meski tidak disampaikan secara eksplisit, pesan persatuan dan harmoni organisasi menjadi benang merah dalam paparan tersebut.

KH Marsudi menutup dengan ajakan agar seluruh elemen organisasi kembali mengedepankan sikap saling memahami, menguatkan kolaborasi, dan menekan ego sektoral demi menjaga tujuan besar bersama.

“Kesuksesan dan kebahagiaan lahir dari kesatuan pikiran, bukan dari perpecahan,” pungkasnya. (Tien/Red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *