Kasus Dugaan Perundungan di Tangsel, 14 Siswi SMP Diduga Dicekoki Minuman Racikan

Rakyatmerdekanews.co.id, Tangsel – Sebanyak 14 siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diduga menjadi korban perundungan oleh kakak kelasnya.

Orang tua dari salah satu korban berinisial A Kelas 8 (33), menceritakan peristiwa tersebut bermula saat anaknya bersama belasan siswi kelas 8 diajak berkumpul di sebuah warung kopi (warkop) pada Jumat malam.

“Awal mulanya diajakin main. Tapi enggak boleh cuma dua atau tiga orang, harus ramai-ramai. Akhirnya datanglah 14 orang,” ujar orang tua A di Pondok Ranji, Kamis (22/10/2026).

Sesampainya di lokasi, belasan siswi tersebut diminta memainkan sebuah game sembari merokok. Apabila abu rokok milik korban jatuh, mereka dijatuhi hukuman meminum cairan yang telah diracik oleh pelaku.

“Racikannya itu ada kopi liong, saos, kecap, lada bubuk, bawang putih, air ludah, air keran, sama cuka. Itu diminumkan ke anak-anak,” katanya

Orang tua korban A menambahkan, para korban juga ditahan di lokasi dan baru diperbolehkan pulang setelah pukul 22.00 WIB. Jika ada yang nekat pulang lebih awal, korban dipaksa menghabiskan setengah botol racikan tersebut.

Orang tua korban A mengungkapkan dampak dari perundungan itu membuat sejumlah siswi mengalami sakit perut berkelanjutan, bahkan ada yang sempat mengalami muntah darah.

“Anak saya sampai hari ini tidak masuk sekolah karena masih sering sakit perut. Kalau teman-temannya yang lain ada yang sampai muntah darah,” ungkapnya.

Menurutnya berdasarkan penuturan anaknya dan korban lainnya, dugaan aksi perundungan tersebut digerakkan oleh tiga siswi kakak kelas.

Para korban awalnya tidak berani melapor kepada orang tua masing-masing karena mendapat ancaman dari para terduga pelaku.

“Anak-anak enggak ada yang berani ngomong karena diancam. Kalau sampai cerita ke orang tua, katanya bakal dikasih (dibully) lagi,” tuturnya

Tak hanya mengancam korban, pihak keluarga terduga pelaku bahkan sempat mengintimidasi orang tua korban A saat dirinya mencoba meminta klarifikasi secara baik-baik.

“Saya sempat didatangi dan diancam sama keluarga terduga pelaku saat menanyakan kejelasannya. Tapi saya tegaskan, kalau mau diselesaikan, kita pakai jalur hukum,” tegasnya.

Penjelasan Pihak Sekolah

Secara terpisah, Kepala SMP Negeri Tangerang Selatan, Kunardi, membenarkan adanya laporan dugaan perundungan yang melibatkan peserta didik di sekolahnya.

Kunardi mengatakan pihak sekolah mengaku baru menerima informasi tersebut dari orang tua murid pada Selasa pekan lalu, lalu langsung menerjunkan tim untuk mendalami kasus tersebut.

“Hari Selasa saya sudah dapat informasi dari orang tua. Hari Rabu saya tugaskan tim untuk mendalami informasi itu. Rabu sampai Kamis kami menggali informasi, lalu hari Jumat dilakukan pemanggilan orang tua,” kata Kunardi saat dihubungi Kompas.com, Kamis.

Kunardi menjelaskan, pemanggilan orang tua dilakukan untuk membangun kolaborasi dan meningkatkan pengawasan terhadap anak. Sebab, peristiwa tersebut terjadi di luar jam dan lingkungan sekolah.

“Artinya (kejadian ini) sudah di luar waktu dan lokasi kegiatan sekolah karena malam Sabtu di sebuah warkop,” jelasnya.

Kunardi memastikan pihak sekolah telah melaporkan temuan dan perkembangan penanganan kasus ini ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan.

“Hari Senin kemarin laporan sudah saya sampaikan ke Dindik via Pak Kabid SMP,” pungkas Kunardi. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *