Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini penyebaran Tuberkulosis (TBC), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis menggelar skrining TBC massal menggunakan rontgen dada. Kegiatan ini menyasar seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan akan berlangsung hingga 8 Desember 2025.
Pada hari pertama, Senin (24/11), pemeriksaan terpusat pada penghuni Blok A. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Lapas Bengkalis untuk meningkatkan standar kesehatan, terutama di lingkungan hunian yang padat.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan pentingnya program ini. “Pencegahan TBC harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Skrining rutin seperti ini sangat penting agar kita bisa memutus rantai penularan sejak awal serta menjaga kesehatan warga binaan dan petugas,” ujarnya.
Pelaksanaan skrining terlaksana berkat kolaborasi dengan PT Tirta Medical Center, Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, dan Puskesmas Bengkalis. Pemeriksaan akan dilakukan secara bertahap selama delapan hari ke depan, dengan target seluruh WBP dari setiap blok hunian.
Tujuan utama program ini adalah mendeteksi indikasi TBC secara dini, memetakan kondisi kesehatan WBP, dan memastikan penanganan cepat bagi mereka yang berisiko. Mengingat lingkungan hunian yang padat, upaya preventif melalui skrining massal merupakan langkah strategis untuk mengendalikan penyakit menular.
Kegiatan hari pertama berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kalapas Bengkalis, Kasi Binadik, Kasubsi Bimkemaswat, Dokter Lapas, dan staf klinik memantau langsung proses pemeriksaan, dengan dukungan penuh dari Komandan Jaga dan anggota regu pengamanan. Sinergi berbagai pihak ini menunjukkan keseriusan dalam menjaga kualitas kesehatan di Lapas Bengkalis. (FN)






