Rakyatmerdekanews.co.id, Tangsel – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dalam memperluas jangkauan program pemerintah hingga ke tingkat keluarga.
Hal itu disampaikan Benyamin saat menghadiri peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 di Ruang Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel, Selasa (6/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Benyamin didampingi Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan.
Benyamin menjelaskan, PKK bukan merupakan perangkat pemerintah, melainkan lembaga kemasyarakatan yang dibina dan didukung oleh pemerintah. Menurutnya, posisi tersebut membuat PKK memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat.
“Peran mereka adalah membantu pemerintah daerah dalam rangka menjembatani dengan masyarakat, menyosialisasikan atau membantu program-program pemerintah daerah di lapangan, khususnya dalam kaitan dengan kesejahteraan keluarga dan pemberdayaan keluarga,” ujar Benyamin.
Ia mengatakan, pemerintah memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, terutama berbagai persoalan yang berada di tingkat keluarga.
Karena itu, menurut Benyamin, keberadaan jaringan PKK hingga tingkat dasawisma menjadi penting untuk membantu pemerintah memperluas jangkauan berbagai program.
“Mungkin pemerintah bisa menjangkau satu sisi dan sisi yang lain kita butuh kolaborasi dengan mitra lainnya. Di sinilah hadirnya PKK, kepengurusan PKK, instrumen PKK sampai ke tingkat yang terendah, bermitra dengan pemerintah daerah untuk menghadirkan sejumlah kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.
Benyamin juga menilai penguatan peran PKK tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial. PKK diharapkan dapat terus hadir dalam berbagai persoalan yang dihadapi keluarga, mulai dari pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga persoalan sosial di lingkungan masyarakat.
Ia meminta seluruh unsur pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan menjadikan berbagai keterbatasan sebagai peluang untuk memperkuat kolaborasi. Dengan demikian, program pembangunan diharapkan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Benyamin turut menekankan pentingnya kepemimpinan dalam menyatukan berbagai unsur pembangunan untuk mencapai tujuan bersama.
“Dibutuhkan kepemimpinan untuk membawa perahu yang kekuatannya banyak, sampai kepada tujuan. Perahu itu namanya pemerintah daerah, dinas, PKK, GOW (Gabungan Organisasi Wanita) dan sebagainya. Dibutuhkan nakhoda, dibutuhkan pemimpin untuk membawa semua ini dengan segala kekurangannya sampai kepada tujuan,” kata Benyamin. (Ratna)






