Denpasar – RMNews: Upaya memperkuat fungsi pengawasan publik terhadap lembaga penegak hukum kembali ditegaskan Garda Tipikor Indonesia (GTI) se-Bali. Organisasi antikorupsi tersebut dijadwalkan melakukan audiensi resmi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali pekan depan di Renon, Denpasar.
Koordinator GTI Bali, Pande Mangku Rata, menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan penegakan hukum di Bali berjalan transparan, akuntabel, dan responsif terhadap laporan masyarakat.
“Kami menguatkan peran masyarakat dalam mengawasi kinerja aparat penegak hukum. Audiensi ini adalah bentuk komitmen kami agar setiap aduan dan dugaan pelanggaran dapat ditangani secara profesional dan terbuka,” ujarnya, Kamis (17/11) di Denpasar.
GTI se-Bali menyebut telah mengantongi sejumlah laporan dan hasil investigasi lapangan terkait dugaan penyalahgunaan wewenang, korupsi aset daerah, hingga lambannya penanganan beberapa kasus strategis.
Humas GTI Kabupaten Gianyar, Drs. Dewa Subrata, S.Pd., SH, menegaskan bahwa tujuan utama audiensi bukan untuk menekan pihak kejaksaan, melainkan mendorong terciptanya mekanisme pengawasan publik yang lebih kuat.
“Kami berharap Kejati Bali membuka ruang dialog dan transparansi lebih luas agar kepercayaan publik terhadap lembaga hukum dapat semakin meningkat,” katanya.
GTI menegaskan akan memantau secara berkala tindak lanjut dari hasil audiensi tersebut dan memastikan rekomendasi mereka tidak berhenti pada wacana. Organisasi ini berharap sinergi antara masyarakat sipil dan aparat hukum dapat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Bali yang bersih dari praktik korupsi serta penyalahgunaan kekuasaan. (skr/can)




