Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis Duri – Jangan pernah mencoba menyembunyikan barang haram di dalam tisu jika tidak ingin berakhir seperti H.B. (33). Alih-alih bisa menikmati malam dengan tenang, pria ini justru memicu efek domino yang meruntuhkan seluruh “kerajaan bisnis” kecil-kecilan milik teman-temannya dalam waktu semalam.
Dalam rangka menyukseskan Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Polsek Mandau Polres Bengkalis berhasil melakukan “bersih-bersih” dini hari yang super efektif. Dua TKP digulung, empat pelaku diciduk, dan rantai pasokan mereka sukses diputus.
Drama komedi tragis ini dimulai pada Jumat, 7 Agustus 2026, sekitar pukul 01.00 WIB. Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si. mengungkapkan, Tim Opsnal Polsek Mandau mendapat “bisikan gaib” berupa laporan dari masyarakat yang resah di Jalan Rojo Sari, Desa Air Kulim, Kecamatan Bathin Solapan.
Petugas yang bergerak cepat langsung menyergap H.B. Saat digeledah, polisi menemukan barang bukti yang membuat geleng-geleng kepala:
2 butir pil ekstasi yang dibungkus rapi di dalam selembar tisu kantong.Uang tunai Rp61.000 (yang tampaknya bahkan tidak cukup untuk beli token listrik).1 unit HP yang penuh dengan riwayat obrolan mencurigakan.
Saat diinterogasi, H.B. tampaknya menganut prinsip “susah senang ditanggung bersama.” Ogah mendekam di sel sendirian, ia langsung bernyanyi merdu dan membocorkan nama-nama jaringan atasannya kepada polisi.
Berbekal “nyanyian” Gagal Total Cari Cuan Haram! Empat Pria di Bathin Solapan dan Mandau Kompak Pindah Alamat ke Sel Polsekdari H.B., Tim Opsnal Polsek Mandau langsung tancap gas tanpa sempat menyeduh kopi sahur. Hanya berselang 2,5 jam kemudian, tepatnya pukul 03.30 WIB, polisi melakukan pengembangan kilat di Jalan Zainal Abidin dan Jalan Bathin Bertuah, Desa Air Jamban, Kecamatan Mandau.
Hasilnya? Tiga orang pria berinisial A.A.S. alias D., M.A. alias A., dan R.A.M. yang sedang santai langsung mati kutu saat disergap. Mereka tidak berkutik ketika polisi menemukan “supermarket mini” narkoba dengan rincian barang bukti:
23 paket sabu siap edar (22 paket kecil untuk kantong pelajar, 1 paket besar untuk grosiran).1 butir ekstasi sisa stok.1 unit timbangan digital (alat penentu kejujuran antar sesama kriminal).3 unit HP yang kini sibuk berdering tanpa ada yang berani mengangkat.Selembar tisu lagi (tampaknya tisu adalah fashion item wajib jaringan ini).1 unit motor Honda Scoopy warna putih (BM 6596 FC) yang kini resmi berganti fungsi dari kendaraan operasional menjadi barang sitaan negara.
Kini, keempat pria tersebut sudah resmi pindah alamat ke hotel prodeo Polsek Mandau untuk merenungi nasib dan menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Sementara itu, nama-nama pemasok di atas mereka sudah masuk dalam daftar belanjaan target operasi polisi berikutnya.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar menegaskan bahwa Polri tidak akan memberikan ruang sekecil lubang jarum pun bagi para pelaku narkoba di wilayah hukumnya.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung Program P4GN. Informasi sekecil apa pun dari masyarakat sangat berarti dalam upaya pemberantasan narkoba,” tegas Kapolres.
Bagi masyarakat yang melihat ada tetangga atau orang mencurigakan yang hobi mengoleksi tisu berisi pil misterius, jangan ragu untuk melapor ke Call Center 110. Layanan ini bebas pulsa, aktif 24 jam, dan dipastikan petugas yang datang tidak akan membawa tisu, melainkan borgol.(FN)






