Rakyatmerdekanews.co.id, CIPUTAT TIMUR — Upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan Darma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tangerang Selatan. Salah satunya melalui pembentukan Bank Sampah Cempaka di Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur.
Bank Sampah Cempaka resmi diperkenalkan melalui kegiatan peresmian sekaligus penimbangan perdana yang digelar di Lapangan Serbaguna, Jalan Sukun RT 003/RW 006, Kelurahan Cempaka Putih, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengajak masyarakat membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.
Camat Ciputat Timur, Rastra Yudhatama, S.STP., menyampaikan ucapan selamat atas terbentuknya Bank Sampah Cempaka. Ia berharap keberadaan bank sampah tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan bank sampah juga dapat menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.
Sementara itu, Ketua DWP Kecamatan Ciputat Timur, Rosa Purnamasari, S.IP., M.Si., berharap Bank Sampah Cempaka mampu berkontribusi dalam mengurangi volume sampah, khususnya di wilayah Kelurahan Cempaka Putih.
Ia menilai, pengelolaan sampah dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni membiasakan masyarakat memilah sampah rumah tangga sebelum dibuang.
Dengan adanya bank sampah, sampah yang selama ini dipandang sebagai limbah dapat dipilah dan dikelola sehingga memiliki nilai manfaat, bahkan nilai ekonomi.
Peresmian dan penimbangan perdana Bank Sampah Cempaka juga menjadi bentuk kolaborasi antara DWP, pengurus bank sampah, serta masyarakat dalam membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan.
Melalui keberadaan Bank Sampah Cempaka, partisipasi masyarakat diharapkan semakin meningkat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung upaya pengurangan volume sampah di Kota Tangerang Selatan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat sejak dari lingkungan rumah masing-masing. (Ratna)






