Apresiasi Komitmen PDSI, Ketua Tuah Aliansi Anak Melayu: Ini Harapan Baru bagi Pemuda Duri

Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis Duri – (7 Mei 2026) – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), bagian dari Subholding Upstream Pertamina, terus menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan operasional industri migas dengan pemberdayaan kearifan lokal.

Melalui operasional 4 Rig di wilayah HO Duri, PDSI berhasil mengimplementasikan penyerapan tenaga kerja lokal secara signifikan, selaras dengan amanat Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bengkalis.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar PDSI untuk mendukung target produksi minyak nasional 1 juta barel per hari (BOPD) pada 2030, di mana Blok Rokan memegang peranan krusial.

Penyerapan tenaga kerja lokal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional melalui ketersediaan SDM yang responsif, tetapi juga menciptakan stabilitas sosial di sekitar area kerja.

Ketua Umum Tuah Aliansi Anak Melayu, Fredi Noza (Kincai), memberikan apresiasi tinggi atas keterbukaan manajemen PDSI. Ia menilai perusahaan telah memberikan bukti nyata, bukan sekadar janji, dalam memprioritaskan putra daerah.

“Keluarga besar Tuah Aliansi Anak Melayu berterima kasih karena PDSI telah memberikan panggung bagi anak-cucu kami untuk membuktikan kapasitasnya.

Kami melihat tim koordinasi PDSI, Bung Aldy Novianto dan Bung Jefri Ade, sangat profesional dalam menjembatani komunikasi sehingga tidak ada sumbatan informasi antara warga dan perusahaan,” ungkap Fredi Noza.

Melihat dampak positif terhadap penurunan angka pengangguran di Kecamatan Bathin Solapan dan sekitarnya, Fredi Noza mendorong agar alokasi unit Rig PDSI di wilayah Rokan terus ditingkatkan.

“Kapasitas teknis PDSI dengan standar QHSSE kelas dunia sudah tidak diragukan lagi. Namun, yang membuat kami bangga adalah komitmen kemanusiaannya.

Kami berharap SKK Migas dan PHR terus memberikan kepercayaan lebih banyak kepada PDSI. Jika jumlah Rig bertambah, maka kesejahteraan warga lokal akan ikut terangkat secara eksponensial,” tambah Fredi lebih lanjut.

PDSI terus mempertahankan catatan Non-Productive Time (NPT) yang rendah dan standar keselamatan kerja yang ketat di seluruh unitnya. Dengan dukungan masyarakat lokal yang harmonis, PDSI optimis dapat menyelesaikan proyek-proyek pengeboran strategis lebih cepat dari jadwal yang ditentukan, tanpa mengesampingkan faktor keselamatan.

Sinergi antara industri berteknologi tinggi dan masyarakat adat ini diharapkan menjadi model percontohan bagi perusahaan penyedia jasa pengeboran lainnya di Indonesia, guna mewujudkan kemandirian energi yang inklusif.(FN)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *