Rakyatmerdekanews, Purworejo – Proyek peningkatan Jalan Tumbak Anyar–Banyuasin, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, menunjukkan perkembangan positif. Hingga Rabu (28/10/2026), progres pengerjaan telah mencapai 28 persen atau melampaui target awal sebesar 20 persen.
Capaian tersebut menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Rokhman, saat melakukan pengawasan dalam daerah terhadap proyek infrastruktur yang bersumber dari anggaran tahun 2026 dengan nilai lebih dari Rp8 miliar tersebut.
Berdasarkan hasil pemantauan, realisasi pekerjaan mencatat deviasi positif sebesar 7,8 persen. Meski progresnya melampaui target,
Rokhman meminta pelaksana proyek tetap mengoptimalkan pengerjaan agar pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal pada akhir November 2026.
”Alhamdulillah, progres pekerjaan sudah mencapai 28 persen dari target awal 20 persen. Artinya, ada deviasi positif sekitar 7,8 persen. Ini menunjukkan pekerjaan berjalan sesuai rencana, bahkan lebih cepat dari target,” ungkap Rokhman.
Ia menegaskan, salah satu tahapan pekerjaan yang perlu segera dikebut adalah pengaspalan. Tahapan tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada awal November sehingga penyelesaian proyek dapat tercapai sesuai target.
”Kami berharap awal November pengaspalan sudah bisa dipercepat, sehingga akhir November nanti pekerjaan ini dapat diselesaikan sesuai target,” jelasnya.
Menurut Rokhman, peningkatan jalan tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan juga memiliki arti penting bagi kelancaran mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Jalan Tumbak Anyar–Banyuasin menjadi salah satu akses penghubung dari wilayah Banyuasin menuju perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Magelang. Karena itu, peningkatan kualitas jalan diharapkan dapat memperlancar transportasi sekaligus mendukung aktivitas perekonomian warga.
”Jalan ini sangat penting untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan perekonomian. Harapannya, setelah ditingkatkan, akses dari Banyuasin menuju perbatasan DIY dan Magelang semakin lancar,” katanya.
Dalam kegiatan pengawasan tersebut, Rokhman juga menerima sejumlah aspirasi masyarakat. Salah satu kebutuhan yang disampaikan warga adalah pembangunan bangunan pelengkap jalan, khususnya drainase dan gorong-gorong.
Menurutnya, keberadaan saluran air yang memadai sangat penting untuk menjaga keamanan serta ketahanan badan jalan. Tanpa sistem drainase yang baik, genangan dan aliran air berpotensi mempercepat kerusakan infrastruktur jalan.
”Aspirasi masyarakat terkait drainase dan gorong-gorong juga menjadi perhatian kami. Ini penting karena pembangunan jalan harus didukung saluran air yang memadai agar badan jalan lebih aman dan tidak mudah rusak,” tambahnya.
Rokhman berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan optimal, baik dari sisi ketepatan waktu maupun kualitas hasil pembangunan. Aspirasi masyarakat terkait fasilitas pendukung jalan juga diharapkan menjadi perhatian agar infrastruktur yang dibangun benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.
Dengan progres yang telah melampaui target, proyek peningkatan Jalan Tumbak Anyar–Banyuasin diharapkan dapat rampung pada akhir November 2026. Kehadiran jalan yang lebih baik nantinya diharapkan mampu memperlancar konektivitas wilayah Loano, meningkatkan kenyamanan transportasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
(Kun)






