Ditpolairud Polda Bali Lepas 100 Tukik di Tanjung Benoa, Dorong Pelestarian Penyu

Badung-RMNews: Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Bali melepasliarkan 100 tukik atau anak penyu di Pantai Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, serta komunitas pemerhati lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian biota laut.
Pelepasliaran yang berlangsung sekitar pukul 16.00 Wita tersebut dipimpin Kasubdit Patroli Ditpolairud Polda Bali AKBP Mahfud Didik. Kegiatan dihadiri Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Denpasar beserta jajaran, unsur TNI Angkatan Udara, Bendesa Adat Tanjung Benoa, Asosiasi Ghawisri, Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, dan komunitas pemerhati lingkungan.
Direktur Polairud Polda Bali Kombes Pol. Bambang Wiriawan mengatakan, penyu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Namun, keberadaan satwa tersebut menghadapi ancaman kepunahan sehingga memerlukan perlindungan dan upaya pelestarian secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan pelepasliaran tukik ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir dan kelestarian penyu semakin meningkat, sehingga perkembangbiakan penyu dapat meningkat di masa depan,” ujar Bambang.
Menurut dia, perlindungan penyu tidak cukup dilakukan melalui pelepasliaran, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat terhadap habitat dan lingkungan pesisir.
Kasubdit Patroli Ditpolairud Polda Bali AKBP Mahfud Didik menambahkan, keterlibatan berbagai instansi dan komunitas menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman terhadap kelangsungan hidup penyu.

Sinergi antara aparat, pemerintah, komunitas lingkungan, dan masyarakat pesisir dinilai diperlukan agar upaya perlindungan satwa laut dapat berjalan secara berkesinambungan.
Sementara itu, seorang pemerhati lingkungan dari wilayah Serangan mengapresiasi kegiatan pelepasliaran tukik yang diinisiasi Ditpolairud Polda Bali tersebut.
Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada pelepasliaran, tetapi dilanjutkan dengan edukasi mengenai penyu dan pentingnya menjaga ekosistem laut. Edukasi yang dilakukan secara intensif diharapkan dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian penyu.
Melalui kegiatan ini, kolaborasi lintas instansi dan komunitas diharapkan menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan pesisir serta mendukung keberlangsungan populasi penyu di perairan Bali. (chan/skr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *