Rakyatmerdekanews, Bantul – Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto yang beralamat di Dusun Kemusuk, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, terus menjadi magnet bagi masyarakat untuk mengenang perjalanan hidup Presiden ke-2 Republik Indonesia.
Museum ini bercerita panjang tentang perjalanan hidup Soeharto dari masa kecil dan remaja, masa perjuangan, hingga karier militer beliau.
Letkol Soeharto sebagai Komandan Wehrkreise III memimpin Serangan Umum 1 Maret 1949 di bawah komando Panglima Besar Sudirman pasca Agresi Militer Belanda II.
Mayor Jenderal Soeharto menjadi Panglima Komando Mandala menjalankan tugas Presiden Soekarno dalam Operasi Trikora.
Mayjen Soeharto memimpin penumpasan Gerakan 30 September PKI tahun 1965, mendapat mandat Surat Perintah Sebelas Maret 1966 (Supersemar) hingga menjadi Pejabat Presiden RI tahun 1967.
Masa kepemimpinan Presiden RI ke-2 Jenderal Besar HM Soeharto selama 31 tahun dengan Program Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) dalam bingkai GBHN – Garis-Garis Besar Haluan Negara yang menjadikan Indonesia dari negara miskin, negara berkembang hingga menjadi Macannya Asia.
Untuk mengenang masa kecil HM Soeharto, pengunjung bisa melihat replika rumah kelahiran dan sumur tua yang sudah ada sejak Soeharto lahir.
Kurang lebih 40 orang masyarakat Magelang antusias berkunjung ke Museum Soeharto yang banyak kenangannya sebagai Presiden ke-2 Republik Indonesia. Soeharto terkenal dengan sebutan Bapak Pembangunan dan sosok suami yang setia kepada istri, yaitu Ibu Siti Hartinah atau yang dikenal dengan nama Tien Soeharto.
Pada Juni 2026, museum ini baru saja memperingati hari jadi yang ke-13 sejak diresmikan pertama kali pada 8 Juni 2013. Pada bulan Juni 2026 Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau langsung museum untuk mendorong penguatan fungsi museum dalam merawat memori kolektif bangsa. Museum Memorial Jenderal Besar Haji Muhammad Soeharto terus mengalami peningkatan kunjungan dari turis lokal sampai turis mancanegara dan perhatian publik setelah penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional.
Museum Memorial Jenderal Besar Soeharto diresmikan pada tanggal 8 Juni 2013 oleh Probosutedjo, adik Soeharto, bertepatan dengan hari lahir Soeharto. Museum ini dibangun di atas lahan seluas 3.620 meter persegi, memiliki koleksi indoor berupa autobiografi, dokumentasi, militer dan kepresidenan serta area outdoor berupa rumah kelahiran, pendopo dan sumur tua untuk mengenang jasa dan pengabdian Soeharto semasa hidupnya untuk bangsa Indonesia agar dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Memasuki museum ini terdapat patung besar Jenderal Besar H.M. Soeharto karya seniman Edhi Sunarso, bersebelahan dengan batu besar sebagai prasasti peresmian museum. Dalam pendopo memajang peranti multimedia gambar-gambar perjuangan Soeharto serta buku elektronik yang bersebelahan dengan patung setengah badan Soeharto. Adanya museum ini membantu masyarakat UMKM dengan adanya kunjungan turis lokal maupun mancanegara.
Pengalaman masyarakat Magelang setelah berkunjung sangat terharu dan terkesan oleh sosok H.M. Soeharto yang tak tergantikan kepemimpinannya, yang dikenal dengan mikul dhuwur, mendhem jero, falsafah moral dan etika sosial dari budaya Jawa yang artinya mikul berarti memikul atau mengangkat, dhuwur artinya tinggi, mendem berarti mengubur dan jero berarti dalam.
Satu rombongan bus yang berisi kurang lebih 40 orang sangat bahagia dan bangga bisa berkunjung di Museum Soeharto. Masyarakat yang berkunjung dari Magelang ini berasal dari berbagai daerah, ada yang dari Grabag, Secang dan sekitarnya.
Tak lupa mereka selalu mendoakan agar almarhum diampuni dosanya dan diterima amal ibadahnya. Bagi masyarakat Magelang yang berkunjung ke Museum Soeharto kemudian berdoa adalah wujud syukur dan terima kasih atas kepemimpinan beliau yang menjabat sebagai Presiden ke-2 selama 31 tahun 70 hari atau sering disebut secara umum selama 32 tahun.
(Ikh)






