Rakyatmerdekanews.co.id, Tangsel – Kasus dugaan perundungan atau bullying kembali menjadi sorotan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Seorang pelajar SMP negeri diduga menjadi korban tindakan perundungan oleh sesama pelajar hingga mengalami mual dan muntah setelah dipaksa meminum minuman yang disebut telah dicampur sejumlah bahan.
Berdasarkan keterangan orang tua korban, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu lalu di sebuah lokasi di wilayah Kelurahan Rengas, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan.
Saat itu, korban disebut diajak bertemu oleh seorang pelajar berinisial R. Dalam pertemuan tersebut, korban diduga dipaksa meminum minuman yang telah dicampur lada dan bahan lainnya.
Setelah meminum minuman tersebut, korban mengalami mual hingga muntah-muntah. Korban kemudian sempat mendapatkan perawatan di puskesmas.
Selain dugaan pemaksaan minum, korban juga mengaku kerap dimintai uang sebesar Rp10.000 setiap pekan. Korban selanjutnya menyampaikan kejadian yang dialaminya kepada pihak sekolah.
Kepala sekolah, Kunardi, mengatakan bahwa pihak sekolah telah memanggil orang tua korban serta melakukan pembinaan terhadap para siswa yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.
“Tadi pagi, Senin (19/10), kita sudah kumpulkan yang terduga pelaku. Kita bina,” ujar Kunardi melalui pesan WhatsApp.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Deden Deni, mengatakan bahwa kasus tersebut telah ditangani oleh pihak berwenang.
“Ya, kasusnya sudah ditangani,” kata Deden Deni saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (19/10) siang.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya upaya pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan. Pengawasan dari pihak sekolah, komunikasi dengan orang tua, serta penanganan yang tepat diperlukan agar peserta didik dapat menjalani kegiatan belajar dalam suasana aman dan nyaman.
Penanganan kasus tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan kepada korban sekaligus memastikan setiap dugaan pelanggaran ditindaklanjuti secara proporsional sesuai ketentuan yang berlaku. (Ratna)






