Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis menggelar operasi pemeriksaan dan penertiban besar-besaran di seluruh kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (29/9/2026). Langkah tegas ini diambil guna mengantisipasi gangguan keamanan sekaligus memastikan lingkungan Lapas bersih dari peredaran barang-barang terlarang.
Razia yang dimulai tepat pukul 13.30 WIB ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono. Sebanyak enam tim khusus dikerahkan secara serentak untuk menyisir setiap blok dan kamar hunian secara sistematis.
Petugas melakukan penggeledahan menyeluruh dengan sasaran utama barang-barang yang dilarang keras masuk ke dalam Lapas, mulai dari perangkat telepon genggam (handphone), barang elektronik, narkoba, hingga benda tajam yang berpotensi memicu konflik antarnapi.
Selain barang terlarang, petugas juga memutus dan menertibkan instalasi listrik tambahan (liar) di dalam kamar hunian. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran hebat di dalam Lapas.
Untuk memastikan transparansi, setiap tim dibekali pembagian tugas yang ketat. Ada petugas yang khusus melakukan penggeledahan fisik warga binaan, petugas yang menyisir sudut-sudut kamar, hingga tim dokumentasi yang mencatat serta memotret setiap barang temuan agar proses penertiban dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Meski dilakukan secara mendadak dan menyeluruh, operasi ini berjalan dengan sangat tertib dan kondusif. Petugas mengedepankan pendekatan yang humanis dan persuasif, sehingga warga binaan bersikap kooperatif tanpa ada riak penolakan.
Seluruh barang terlarang yang ditemukan dalam razia tersebut langsung disita, didata, dan diamankan oleh pihak keamanan Lapas untuk pemusnahan lebih lanjut sesuai prosedur standar operasional (SOP).
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa penertiban ini merupakan agenda krusial dan komitmen penuh jajarannya dalam menegakkan aturan demi keselamatan bersama.
“Kegiatan ini kita lakukan demi kebaikan bersama. Kita ingin memastikan kamar hunian menjadi tempat yang aman, tertib, dan kondusif untuk jalannya proses pembinaan. Ketertiban yang terjaga dengan baik di sini otomatis akan mendukung kesejahteraan, baik bagi warga binaan itu sendiri maupun bagi petugas yang berjaga,” tegas Priyo.
Pasca-razia besar ini, manajemen Lapas Kelas IIA Bengkalis berkomitmen untuk memperketat jalur masuk barang dan melakukan pemantauan serta evaluasi berkala secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas keamanan Lapas Bengkalis secara permanen.(FN)





