Rakyatmerdekanews.co.id, Dumai — Geliat olahraga bela diri di Provinsi Riau mencapai klimaks baru. Ajang tarung bebas bergengsi Dumai Betumbuk resmi menjadi saksi bisu keperkasaan para talenta muda Kabupaten Bengkalis. Mengirimkan deretan petarung terbaiknya dari Disch Fight Camp, tim Kick Boxing Bengkalis sukses mencetak torehan prestisius dengan menggondol tiga medali emas dan satu medali perak.
Dominasi total yang ditunjukkan di atas ring ini tidak hanya menegaskan ketangguhan fisik para atlet, namun juga menjadi bukti nyata kualitas bibit muda Bengkalis yang siap bersaing di level tertinggi.
Kemenangan beruntun tim Bengkalis dibuka lewat performa spartan Dimas Novriansyahputra Suryana. Siswa SMAN 3 Bengkalis yang turun di kelas 53 kg Junior Putra ini tampil perkasa dengan mendikte jalannya pertandingan sebelum akhirnya menundukkan rival tangguh, Gilang Kurnia, demi mengamankan emas pertama.
Tren positif ini langsung diteruskan oleh Tsani Saipudin Raka. Berlaga di kelas 49 kg Junior Putra, siswa SMKN 1 Bengkalis ini memperlihatkan teknik tingkat tinggi dan ketahanan fisik luar biasa saat mengungguli Faisal untuk mengunci emas kedua bagi kontingen.
Puncak keperkasaan Bengkalis digenapkan oleh M. Bintang Alfinno. Alumni SMAN 1 Bengkalis ini sukses meraih medali emas ketiga setelah melepaskan kombinasi serangan mematikan yang tak mampu dibendung oleh Fathir Gumilar.
Sementara itu di kelas 52 kg Junior Putra, perjuangan luar biasa diperlihatkan oleh Muhamad Faris Haikal. Siswa SMKN 1 Bengkalis ini harus puas membawa pulang medali perak setelah memberikan perlawanan sengit hingga detik terakhir pertandingan.
Merespons pencapaian luar biasa ini, Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Kick Boxing Bengkalis, Wiwin Suryana, tidak mampu menyembunyikan rasa bangga dan syukurnya. Menurutnya, hasil ini merupakan akumulasi dari proses panjang yang penuh dengan air mata dan keringat.
“Hasil ini adalah buah manis dari kerja keras, disiplin ketat, dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para atlet serta tim pelatih selama masa persiapan. Saya sangat bangga.
Ini membuktikan secara sahih bahwa Bengkalis memiliki stok bibit unggul yang siap tempur di arena mana pun. Prestasi ini bukan sekadar urusan menang di atas ring, melainkan bukti otentik bahwa anak-anak muda kita mampu membawa nama daerah harum ke tingkat yang lebih tinggi,” tegas Wiwin dengan nada emosional.
Di sudut ring, tim pelatih yang menjadi arsitek di balik layar turut mengapresiasi daya juang anak asuhnya. Coach Alle Syahputra menekankan bahwa faktor mental menjadi pembeda utama dalam kejuaraan ini.
“Mereka bertarung dengan hati dan mental baja. Setiap tetes keringat di sesi latihan terbayar lunas hari ini. Saya yakin, ini baru gerbang pembuka dari perjalanan panjang mereka menuju panggung internasional,” ujar Coach Alle.
Senada dengan rekannya, Coach Hady Sucipto menambahkan bahwa atmosfer kekeluargaan di dalam tim menjadi modal krusial. “Kemenangan ini adalah milik kolektif. Semangat kebersamaan dan saling mendukunglah yang mengantarkan anak-anak meraih hasil secemerlang ini,” imbuhnya.
Keberhasilan masif ini tidak lepas dari dukungan gurita kerja sama dari berbagai instansi, korporasi, dan tokoh masyarakat yang bahu-membahu menyokong operasional tim.
Rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam pun mengalir dari jajaran atlet dan pengurus kepada para tokoh kunci yang telah memberikan ruang dan fasilitas berkarya, di antaranya:
• Ir. Muhamad Yasmin (Ketua Pengprov Kick Boxing Riau) atas arahan dan supervisinya.
• Hady Prasetyo (Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bengkalis) yang terus memfasilitasi perkembangan olahraga daerah.
• Darma Firdaus Sitompul (Ketua KONI Kabupaten Bengkalis) atas sokongan penuh terhadap iklim kompetisi atlet.
• Priyo Tri Laksono (Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis) & M. De Albar (Kepala KPLP Bengkalis).
• Steven Dinata (Kepala SPPG).
• Bung Acai (Pemilik Toko Bangunan Dumai Sukses Bangunan) selaku sponsor utama tim.
• PT BLJ Perseroda Kabupaten Bengkalis atas komitmen kemitraan yang berkelanjutan.
“Dukungan finansial, fasilitas, doa, serta kesempatan yang diberikan oleh seluruh mitra kerja merupakan energi terbesar bagi para pejuang muda Bengkalis untuk terus mendobrak batas,” ungkap perwakilan tim atlet.
Dengan berakhirnya ajang Dumai Betumbuk, tim Kick Boxing Bengkalis tidak berniat untuk cepat puas. Torehan 3 emas dan 1 perak ini justru dijadikan bahan evaluasi dan bahan bakar motivasi baru untuk menyongsong kalender kejuaraan nasional maupun regional berikutnya.
Prestasi ini menjadi sinyal kuat bagi daerah lain bahwa Kabupaten Bengkalis kini telah menjelma menjadi salah satu poros kekuatan kickboxing yang wajib diperhitungkan di Indonesia.(FN)





