Transformasi di Balik Jeruji: Lapas Bengkalis Gelar Pembinaan Serentak Demi Kuatkan Iman dan Pendidikan Warga Binaan

Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis terus membuktikan komitmennya dalam mentransformasi pola pembinaan konvensional menjadi lebih progresif dan menyentuh hati. Pada Jumat (25/09), Lapas Bengkalis sukses menggelar rangkaian program pembinaan secara serentak yang memadukan penguatan spiritual dan pemenuhan hak pendidikan formal bagi ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan masif yang berlangsung di beberapa titik strategis lingkungan Lapas ini meliputi Pengajian Blok Wanita, Pengajian Warga Binaan dan Santri, serta program Pendidikan Kesetaraan. Seluruh rangkaian acara berjalan khidmat dengan pengawalan dan pendampingan ketat dari jajaran petugas pembinaan.

Langkah serentak ini dirancang bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan strategi terintegrasi untuk mempersiapkan warga binaan kembali ke tengah masyarakat dengan mentalitas baru.

Pada sudut Blok Wanita, pengajian difokuskan pada pembinaan moral dan pendekatan emosional keagamaan khusus perempuan. Sementara itu, di ruang utama, Pengajian Warga Binaan dan Santri menjadi kawah candradimuka untuk memperdalam ilmu agama sekaligus memulihkan karakter para WBP.

Tak kalah penting, aspek intelektual tetap menjadi prioritas. Melalui Pendidikan Kesetaraan yang digelar pada waktu yang sama, Lapas Bengkalis memastikan bahwa hak konstitusional untuk memperoleh pendidikan formal yang setara dengan jenjang sekolah umum tetap terpenuhi, meskipun di balik jeruji besi.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa keberlanjutan program ini adalah kunci utama keberhasilan pemasyarakatan. Menurutnya, sistem pemasyarakatan modern tidak lagi berfokus pada penghukuman, melainkan pada pemulihan hubungan hidup, kehidupan, dan penghidupan.

“Kami berkomitmen penuh untuk terus menghadirkan program pembinaan yang menyentuh dua aspek krusial sekaligus: kepribadian (mental-spiritual) dan kemandirian (intelektual-keterampilan).

Melalui kegiatan keagamaan dan pendidikan yang konsisten ini, kami optimistis warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi benar-benar naik kelas secara kualitas diri. Kami ingin saat mereka bebas nanti, mereka membawa bekal yang cukup untuk menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujar Priyo Tri Laksono.

Dengan adanya pembinaan serentak dan berkelanjutan ini, Lapas Kelas IIA Bengkalis semakin memantapkan posisinya sebagai institusi yang humanis, edukatif, dan inspiratif dalam mencetak agen perubahan baru dari balik dinding jeruji.(FN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *