Gandeng PNJ, Kelurahan Kedunghalang Dorong UMKM Go Digital

Rakyatmerdekanews.co.id, Bogor – Kelurahan Kedunghalang, Kota Bogor menggandeng Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) untuk mendorong UMKM naik kelas melalui digitalisasi. Sebanyak 20 kelompok UMKM binaan dibekali pelatihan optimalisasi produktivitas dengan sistem pencatatan produksi dan operasional berbasis digital.

Pelatihan bertajuk “Optimalisasi Sistem Produktivitas UMKM Melalui Digitalisasi Pengelolaan Produksi dan Operasional” ini digelar di Kelurahan Kedunghalang, Senin (21/9/2026).

Kegiatan dipimpin langsung Ketua Tim Pengmas PNJ, Arizal Putra Pratama, B.O.M., M.A.B., dan dihadiri Lurah Kedunghalang Achmad Syahroni,S.AP., serta Sekretaris Kelurahan Buddy Supriatna,S.Sos.

Ketua Tim Pengmas, Arizal Putra Pratama, menjelaskan banyak usaha kecil tersendat bukan karena kurang pembeli, melainkan karena produksinya belum tertata rapi.

“Banyak usaha kecil tersendat bukan karena kurang pembeli, melainkan karena produksinya belum tertata. Bahan baku habis tanpa terpantau dan biaya operasional tidak tercatat, sehingga pemilik usaha sulit mengetahui modal yang terpakai maupun keuntungan yang diperoleh,” ujar Arizal.

Untuk itu, narasumber Yoshua Ardy Putra, S.Si., M.T., membekali peserta cara praktis memulai digitalisasi hanya dengan perangkat yang sudah dimiliki, seperti telepon genggam atau laptop.

Peserta diajarkan cara menyusun catatan stok bahan baku, membuat jadwal produksi sederhana, mencatat biaya operasional, hingga membaca data tersebut untuk memperkirakan kebutuhan bahan baku berikutnya dan menghitung harga pokok produksi (HPP).

Peserta tampak antusias. Sebagian langsung mempraktikkan pencatatan dengan data usahanya masing-masing, sementara yang lain aktif bertanya soal cara mengatur waktu antara produksi dan melayani pembeli.

“Kami ingin peserta pulang dengan kebiasaan baru: mencatat, membaca angka usahanya sendiri, lalu mengambil keputusan berdasarkan data itu. Dari situlah efisiensi dimulai,” tegas Arizal.

Lurah Kedunghalang, Achmad Syahroni, mengapresiasi pendampingan tersebut dan berharap UMKM di wilayahnya bisa naik kelas.

“Kami berterima kasih kepada Politeknik Negeri Jakarta yang sudah turun langsung mendampingi UMKM kami. Pelaku usaha di Kedunghalang punya semangat besar, tetapi selama ini masih mengelola usaha dengan cara-cara lama. Kami berharap ilmu yang didapat hari ini benar-benar dipraktikkan, sehingga UMKM Kedunghalang bisa naik kelas dan mampu bersaing lebih luas,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut, tim Pengmas PNJ akan melakukan pendampingan pasca-pelatihan untuk memantau penerapan pencatatan digital di setiap kelompok usaha dan membantu peserta mengatasi kendala di lapangan.

Salah satu peserta, Zulkarnaen, pemilik usaha tas kulit, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan ini.

“Selama ini saya hanya mengira-ngira belanja bahan. Setelah tahu cara mencatatnya, saya jadi bisa melihat berapa yang sebenarnya dibutuhkan,” ujarnya.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *