Rakyatmerdekanews.co.id, Jakarta – Polres Kepulauan Seribu terus memperkuat kehadiran Polri di lingkungan pendidikan melalui program Bapak Asuh Polri. Personel Polres Kepulauan Seribu melaksanakan kegiatan sambang ke sejumlah sekolah di wilayah Kepulauan Seribu, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi antara polisi dan pihak sekolah. Personel juga menyampaikan edukasi serta pesan kamtibmas kepada para pelajar, terutama mengenai bahaya penyebaran berita bohong atau hoaks dan pentingnya mencegah bullying di lingkungan sekolah.
Para pelajar diajak untuk lebih kritis dalam menerima informasi yang beredar di media sosial. Mereka diingatkan agar tidak langsung mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.
Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija Putra, S.I.K., M.Si., mengatakan program Bapak Asuh Polri merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap perkembangan generasi muda. Menurutnya, pendekatan kepada pelajar perlu dilakukan secara langsung agar pesan-pesan positif dapat diterima dengan baik.
“Program Bapak Asuh Polri ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap anak-anak di Kepulauan Seribu. Kami ingin polisi tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga hadir untuk memberikan edukasi, motivasi dan pendampingan kepada para pelajar,” kata AKBP Argadija Putra.
Dia juga mengingatkan pelajar agar tidak mudah terpengaruh informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, penyebaran hoaks dapat menimbulkan kesalahpahaman dan keresahan apabila informasi tersebut langsung dipercaya dan diteruskan kepada orang lain.
“Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumbernya. Saring sebelum sharing, cek terlebih dahulu kebenaran informasi sebelum menyebarkannya,” ujarnya.
Selain hoaks, persoalan bullying turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Para pelajar diminta tidak melakukan perundungan, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
“Jangan menjadikan perbedaan, kekurangan atau kondisi teman sebagai bahan ejekan. Bullying bisa berdampak kepada korban. Mari saling menghargai, saling menjaga dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman,” tutur Kapolres.
AKBP Argadija Putra juga mengajak para pelajar yang mengalami atau mengetahui adanya bullying untuk tidak takut bercerita kepada guru, orang tua maupun pihak kepolisian. Menurutnya, keberanian untuk melaporkan merupakan salah satu langkah penting dalam mencegah bullying terus terjadi.
Dalam kesempatan itu, personel Polres Kepulauan Seribu turut mengenalkan Layanan Polisi 110 kepada para pelajar. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan laporan maupun meminta bantuan kepolisian.
“Kalau membutuhkan bantuan polisi atau mengetahui adanya gangguan kamtibmas, jangan ragu untuk menghubungi Layanan Polisi 110. Kami ingin anak-anak juga mengetahui bahwa polisi selalu hadir dan siap membantu,” jelasnya.
Melalui program Bapak Asuh Polri, Polres Kepulauan Seribu berharap hubungan antara kepolisian, sekolah, orang tua dan pelajar semakin erat.
Kehadiran polisi di lingkungan pendidikan diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama membangun generasi muda yang berkarakter, bijak bermedia sosial, berani melawan bullying, serta memiliki kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban di lingkungannya. (Ratna)






