Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis berkomitmen penuh dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, transparan, dan akuntabel. Langkah nyata ini dibuktikan dengan menggelar kegiatan penguatan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), bekerja sama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau, pada Kamis (3/9/2026).
Bertempat di Aula Lantai 2 Lapas Kelas IIA Bengkalis, agenda krusial ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono. Kegiatan ini juga diikuti secara intensif oleh jajaran pejabat struktural serta seluruh pegawai yang memegang peranan penting dalam roda organisasi lapas.
Hadir sebagai pemateri utama, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Riau, Muhammad Lukman. Dalam arahannya, Lukman membedah secara komprehensif seluruh instrumen SAKIP sebagai motor penggerak tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada hasil (result-oriented government).
“SAKIP bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan sebuah siklus utuh yang mengintegrasikan perencanaan, pengukuran, pelaporan, dan evaluasi kinerja. Jika salah satu rantai ini rapuh, maka pencapaian target organisasi tidak akan optimal,” tegas Lukman di hadapan peserta.
Dalam pemaparan teknisnya, Lukman juga merinci empat komponen utama yang menjadi tolok ukur penilaian SAKIP, antara lain:
* Perencanaan Kinerja (bobot 30 persen)
* Pengukuran Kinerja (bobot 30 persen)
* Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal (bobot 25 persen)
* Pelaporan Kinerja (bobot 15 persen)
Ia mengingatkan bahwa untuk mendongkrak nilai akuntabilitas satuan kerja, Lapas Bengkalis harus memperkuat akurasi penyusunan data, memastikan kelengkapan bukti dukung (data dukung), serta disiplin dalam melakukan monitoring berkala.
Menanggapi penguatan tersebut, Kalapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa momentum ini menjadi pijakan penting bagi seluruh jajarannya untuk melakukan reformasi internal dalam hal pelaporan dan serapan kinerja.
“Penguatan dari Kanwil Riau ini membuka mata kami semua bahwa setiap rupiah anggaran dan setiap program kerja yang kami jalankan harus memiliki dampak nyata yang terukur. Kami ingin memastikan SAKIP Lapas Bengkalis terus merangkak naik,” ujar Priyo.
Priyo juga menginstruksikan seluruh kepala seksi dan staf untuk segera menindaklanjuti rekomendasi-rekomendasi hasil evaluasi sebelumnya. Melalui pemahaman SAKIP yang komprehensif, diharapkan pelayanan publik di Lapas Bengkalis, baik bagi warga binaan maupun masyarakat luar, dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan bebas dari maladministrasi.
Kegiatan penguatan ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi, di mana para pejabat struktural Lapas Bengkalis berkonsultasi langsung mengenai kendala teknis di lapangan guna menyamakan persepsi demi target kinerja yang lebih baik di akhir tahun.(FN)




