Rakyatmerdekanews.co.id. Sambas. Kalbar — Pemerintah Kabupaten Sambas semakin serius dalam menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang berpotensi menimbulkan kabut asap serta mengganggu aktivitas masyarakat.
Keseriusan tersebut ditunjukkan melalui Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Kabut Asap Akibat Karhutla yang dipimpin langsung oleh Bupati Sambas H. Satono, S.Sos.I., MH, bersama unsur TNI dan Polri, termasuk Dandim 1208/Sambas dan Kapolres Sambas.
Rapat yang berlangsung di ruang rapat kantor Bupati Sambas tersebut melibatkan perangkat daerah dan unsur terkait, menjadi momentum untuk memperkuat langkah bersama dalam menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Sambas, 03/09/2026.
Dalam arahannya, Bupati Sambas, H.Satono.S.Sos.I.M.H, menekankan pentingnya memperkuat koordinasi, mengutamakan langkah pencegahan, pemadaman serta meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur terkait.
Menurutnya, penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, instansi teknis, pemerintah kecamatan dan desa, serta dukungan masyarakat.
“Saya meminta seluruh perangkat daerah dan unsur terkait memperkuat koordinasi serta mengutamakan langkah pencegahan, pemadaman dan kesiapsiagaan”, tegas Bupati dalam rapat tersebut.
Kehadiran Dandim 1208/Sambas dan Kapolres Sambas semakin memperkuat komitmen lintas sektor untuk melakukan penanganan Karhutla secara cepat dan terpadu.
Langkah pencegahan dinilai menjadi sangat penting, mengingat kebakaran lahan tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat, transportasi dan berbagai aktivitas sosial ekonomi.
Dengan koordinasi yang semakin solid, Pemkab Sambas bersama TNI-Polri dan seluruh unsur terkait diharapkan mampu melakukan deteksi dini, pencegahan dan penanganan Karhutla secara cepat, sehingga dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan. (Doel)





