Rakyatmerdekanews.co.id, Jakarta – IPC Terminal Petikemas / IPC TPK kembali memperkuat konektivitas logistik internasional lewat pelayanan perdana layanan South China Indonesia Service milik Gold Star Line. Pelayanan dilakukan di Terminal Operasi 3 Internasional, Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu 10/6/2026 kemarin.
Kapal MV AS Carolina menjadi kapal pertama atau maiden voyage dari layanan tersebut yang sandar di IPC TPK pada Senin 8/6 pukul 21.30 WIB. Rute baru ini menghubungkan pelabuhan utama di Tiongkok Selatan yaitu Yantian, Xiamen, dan Nansha, langsung dengan Jakarta dan Surabaya sebagai hub distribusi di Indonesia.
Plt. Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPC TPK, Yanuar Evyanto, menyebut kehadiran layanan ini bagian dari penguatan jaringan logistik intra-Asia. Aktivitas perdagangan kawasan yang terus meningkat jadi alasan utama ekspansi rute ini.
“IPC TPK terus memastikan kesiapan infrastruktur, fasilitas terminal, serta keandalan layanan operasional guna menghadirkan pelayanan yang efisien, aman, dan tepat waktu bagi perusahaan pelayaran global maupun pengguna jasa,” ujar Yanuar.
MV AS Carolina berbendera Portugal dengan spesifikasi Length Overall 222 meter dan Beam 30 meter. Pada pelayanan perdananya di IPC TPK, kapal ini menuntaskan bongkar muat sebanyak 1.209 boxes.
South China Indonesia Service memperluas konektivitas langsung Indonesia ke kawasan industri utama Tiongkok Selatan yang dikenal sebagai pusat manufaktur global. Layanan ini diharapkan jadi alternatif distribusi lebih kompetitif dan mendukung kelancaran rantai pasok pelaku usaha nasional.
Sebelumnya, IPC TPK juga sudah melayani South China Java X-Press SCJX milik X-Press Feeders yang terhubung ke Tiongkok Selatan. Kehadiran layanan baru Gold Star Line ini mencerminkan tingginya aktivitas perdagangan dan kebutuhan konektivitas logistik Indonesia–Tiongkok yang terus berkembang.
Didukung operasional 24/7 serta penguatan digitalisasi layanan kepelabuhanan, IPC TPK optimistis bisa mengakomodasi pertumbuhan arus perdagangan bilateral Indonesia–Tiongkok.
“Kami berharap layanan ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif bagi kelancaran arus barang, penguatan perdagangan kedua negara, serta peningkatan daya saing logistik nasional,” tutup Yanuar.
(Delly M)






