Kawal Hak Ketenagakerjaan Bengkalis, TUAH Aliansi Anak Melayu Desak Perusahaan Patuhi Perda Bupati

Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Guna memastikan penyerapan tenaga kerja lokal berjalan optimal, Dewan Pimpinan Harian Tuah Aliansi Anak Melayu (DPH-TUAH ALAM) melakukan aksi turun ke lapangan dengan menyambangi beberapa perusahaan yang beroperasi di seputaran wilayah Duri, Kabupaten Bengkalis. Gerakan maraton ini berlangsung selama lima hari berturut-turut, mulai dari Senin, 18 Mei 2026, hingga Jumat, 22 Mei 2026.

Aksi ini dipimpin langsung oleh Ketua DPH-TUAH ALAM, Danuartha, yang hadir mewakili Ketua Umum Aliansi Anak Melayu, Fredi Noza. Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk pengawalan nyata terhadap hak-hak ketenagakerjaan putra-putri melayu lokal asli Kabupaten Bengkalis.

Dalam pernyataannya, Danuartha menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah untuk mengingatkan sekaligus menuntut komitmen perusahaan dalam mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Bupati Bengkalis terkait pemanfaatan tenaga kerja lokal.

Menurutnya, potensi industri yang besar di wilayah Duri harus berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat tempatan.

“Kami hadir untuk merangkul dan membuka jalan bagi putra-putri Melayu lokal Kabupaten Bengkalis. Perusahaan yang beroperasi di sini jumlahnya banyak, dan aturan hukum melalui Perda Bupati sudah sangat jelas mengatur kuota serta prioritas untuk pekerja lokal. Ini yang sedang kami perjuangkan agar komitmen tersebut bukan sekadar di atas kertas,” ujar Danuartha menyampaikan pesan dari Ketua Umum Fredi Noza.

Aksi simpatik dan dialogis yang diusung oleh DPH-TUAH ALAM ini mendapat respons yang sangat positif dari pihak manajemen perusahaan. Perwakilan dari korporasi yang disambangi menyatakan komitmen penuhnya untuk menyelaraskan kebijakan rekrutmen mereka dengan regulasi daerah yang berlaku.

“Sudah pasti Tuah Aliansi Anak Melayu akan kami prioritaskan dalam hal ini. Kami sangat mengapresiasi kehadiran rekan-rekan. Jajaran Tuah Aliansi Anak Melayu ini sangat beradat dan beradab. Sopan santun khas Melayu yang mereka tunjukkan dalam berdialog membuat kami angkat jempol. Hubungan industrial seperti inilah yang kami harapkan,” ungkap salah satu perwakilan manajemen perusahaan yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Aliansi TUAH ALAM juga menekankan bahwa pergerakan ini dilakukan secara terukur, fokus, dan tanpa kegaduhan yang tidak perlu. Organisasi ini berkomitmen untuk terus mengawal isu ketenagakerjaan ini hingga membuahkan hasil konkrit bagi masyarakat.

“Diam dan fokus bekerja itu jauh lebih baik daripada banyak bicara. Kami memilih untuk terus bergerak maju ke depan. Meskipun langkah yang diambil mungkin kecil bagi sebagian orang, yang terpenting adalah pergerakan ini konsisten dan membawa dampak nyata,” tambah Danuartha.

Di akhir penyampaiannya, jajaran pengurus Aliansi memberikan pesan motivasi yang kuat bagi seluruh pemuda-pemudi Melayu di Bengkalis agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan dunia kerja saat ini.

“Hidup memerlukan pengorbanan. Pengorbanan memerlukan perjuangan. Perjuangan memerlukan ketabahan. Ketabahan memerlukan keyakinan. Keyakinan pula menentukan kejayaan anda,” pungkasnya menutup orasi pembakar semangat tersebut.

Gerakan ini diharapkan dapat menjadi momentum awal bagi terciptanya sinergi yang lebih sehat antara korporasi swasta, pemerintah daerah, dan masyarakat adat demi kemajuan ekonomi di tanah Bengkalis.(FN)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *