Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis menunjukkan taringnya dalam memerangi peredaran gelap narkotika. Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tahun 2026, Lapas Bengkalis menggelar rangkaian aksi sterilisasi mulai dari tes urine mendadak hingga penggeledahan blok hunian bersama aparat penegak hukum (APH) gabungan, Senin (06/04/2026).
Bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Dumai, Lapas Bengkalis melakukan uji petik tes urine terhadap 55 petugas lapas dan 100 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Hasilnya menggembirakan: seluruh sampel dinyatakan negatif dari zat terlarang.
Ketua BNNK Dumai, AKBP Sasli Rais, S.H., M.H., memberikan apresiasi tinggi atas capaian ini. “Hasil ini menunjukkan bahwa integritas petugas dan kesadaran warga binaan untuk hidup sehat sudah sangat baik. Ini adalah fondasi kuat untuk menciptakan Lapas yang bersih dari narkoba (Bersinar),” ujarnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa hasil negatif ini bukan alasan untuk lengah. Ia memberikan peringatan keras kepada seluruh jajarannya untuk tidak sekali pun bermain-main dengan barang haram tersebut.
“Saya selalu berpesan kepada petugas: jauhi narkoba, sayangi keluarga, dan cintai tempat kerja Anda. Narkoba adalah musuh negara. Tidak ada ampun bagi petugas yang terlibat, baik langsung maupun tidak langsung. Jika terbukti, akan berhadapan langsung dengan hukum tanpa pengecualian,” tegas Priyo dengan nada bicara yang lugas.
Guna memastikan tidak ada celah bagi barang terlarang, Lapas Bengkalis bergerak cepat menggandeng personel dari Polres Bengkalis dan Kodim 0303 Bengkalis untuk menyisir setiap sudut kamar hunian.
Tim gabungan melakukan pemeriksaan mendetail mulai dari lemari, kasur, hingga ventilasi ruangan. Dalam penggeledahan tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang yang dilarang berada di dalam Lapas. Barang-barang temuan yang dianggap berbahaya tersebut langsung didata dan dimusnahkan di tempat sebagai bentuk komitmen keamanan.
Kegiatan ini merupakan bukti nyata sinergi antara Lapas, Polri, TNI, dan BNN dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban (Kamtib). Melalui langkah preventif dan represif yang terukur ini, Lapas Bengkalis optimis dapat mempertahankan statusnya sebagai zona integritas yang benar-benar bersih dari peredaran gelap narkoba.(FN)






